-
Hukrim

Titik Api Muncul Lagi, 999 Kejadian Hanguskan 1.467 Ha Lahan di Palangka Raya

77
×

Titik Api Muncul Lagi, 999 Kejadian Hanguskan 1.467 Ha Lahan di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Heri Fauzi
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya kembali terjadi di sejumlah wilayah. Meski beberapa hari terakhir kawasan setempat diguyur hujan, titik kebakaran kembali muncul, terutama di Kecamatan Jekan Raya, Bukit Batu dan Rakumpit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, kondisi cuaca saat ini mulai mengalami penurunan. Hal tersebut seiring kembali munculnya kebakaran di beberapa kawasan.

“Untuk siang ini kondisi cuaca memang agak menurun karena ada beberapa kawasan yang kembali terbakar, terutama di wilayah Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit,” katanya saat dikonfirmasi Tabengan, Kamis (5/11/2026).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim gabungan telah melakukan upaya penanganan di lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan agar api yang muncul dapat segera dipadamkan secara tuntas sehingga tidak kembali menyisakan asap.

Heri mengungkapkan, upaya pemadaman terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala. Hal ini penting mengingat kebakaran yang masih menyisakan bara berpotensi memunculkan asap maupun memicu kebakaran susulan.

“Namun saat ini tim sudah melakukan upaya-upaya penanganan agar api yang muncul segera tuntas dan tidak menyisakan asap kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, akumulasi kejadian karhutla sepanjang musim kemarau 2026, tercatat mencapai 999 kejadian. Dari jumlah tersebut, total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.467,65 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 627 kejadian. Kemudian Kecamatan Sebangau sebanyak 190 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 89 kejadian, Kecamatan Pahandut 87 kejadian, serta Kecamatan Rakumpit enam kejadian.

Menurutnya, tingginya angka kejadian di Kecamatan Jekan Raya menunjukkan wilayah tersebut menjadi kawasan paling dominan mengalami karhutla dibandingkan kecamatan lainnya.

“Dengan kembali munculnya api karhutla di sejumlah wilayah, upaya penanganan serta pemantauan akan terus kami dilakukan agar titik api tidak kembali berkembang dan memperburuk kualitas udara di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-