KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- – Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan komitmen pemkab setempat dalam mempercepat penguatan sektor pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wiyatno melalui Wakil Bupati Dodo dalam rapat koordinasi percepatan olah lahan dan tanam pada lokasi cetak sawah, optimalisasi lahan (oplah), serta lahan sawah reguler di Provinsi Kalteng, yang digelar di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas.
Wabup Dodo menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki peran strategis sebagai lumbung padi Kalteng dengan kontribusi produksi rata-rata mencapai 40–45 persen dalam enam tahun terakhir. Capaian tersebut menjadi modal kuat bagi Kapuas untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Potensi lahan pertanian di Kapuas masih sangat luas dan harus dimaksimalkan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Kami optimistis Kapuas tidak hanya menjadi lumbung pangan tingkat provinsi, tetapi juga dikenal secara nasional,” ujar Dodo, Rabu (21/1).
Kabupaten Kapuas memiliki 17 kecamatan, dengan 12 kecamatan pasang surut yang menjadi sentra produksi tanaman pangan, serta lima kecamatan non-pasang surut yang dikembangkan untuk sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Kawasan sentra utama padi tersebar di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur yang membentuk satu hamparan wilayah produksi.
Berdasarkan data ATR/BPN, luas lahan baku sawah di Kabupaten Kapuas mencapai 45.012 hektare. Pada tahun 2024, program strategis nasional di Kapuas meliputi optimalisasi lahan seluas 28.942 hektare dan cetak sawah rakyat seluas 4.220 hektare. Sementara pada tahun 2025, direncanakan optimalisasi lahan seluas 2.990 hektare serta cetak sawah rakyat seluas 41.000 hektare secara kontraktual dan 5.211 hektare melalui pola swakelola.
Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian telah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), antara lain traktor roda dua dan roda empat, combine harvester, rice transplanter, power thresher, hingga drone pertanian. Selain itu, bantuan sarana produksi pertanian berupa benih padi unggul, pupuk, kapur dolomit, herbisida, dan pestisida juga diberikan guna meningkatkan produktivitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang dinilai sangat membantu percepatan pengolahan lahan dan peningkatan indeks pertanaman di Kapuas.
“Dengan ketekunan, tekad yang kuat, serta kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, saya yakin target swasembada pangan nasional dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.c-hr











