-
PEMKAB KAPUAS

Karhutla dan Kekeringan Belum Teratasi, Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat

91
×

Karhutla dan Kekeringan Belum Teratasi, Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
DIPERPANJANG- Rapat perpanjangan status tanggap darurat , di Pos Induk BPBD Kapuas. Foto: Abdul Khair
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama dua pekan ke depan. Perpanjangan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan bencana yang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Keputusan tersebut disampaikan Bupati Kapuas HM Wiyatno dalam rapat evaluasi status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan di Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Senin (12/10/2026) malam.

Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan, dengan mempertimbangkan masukan dari Forkopimda dan pihak terkait yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Status tanggap darurat kita perpanjang dua minggu ke depan. Keputusan ini berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Forkopimda serta pihak terkait,” tegas Wiyatno.

Menurutnya, penanganan karhutla dan kekeringan harus tetap menjadi prioritas bersama. Terlebih, kondisi cuaca yang masih kering menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas berpotensi mengalami kebakaran. Karena itu, kesiapsiagaan dan langkah antisipasi dari seluruh unsur terkait perlu terus ditingkatkan.

Wiyatno mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan karhutla. Namun, kondisi cuaca yang belum mendukung masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman di lapangan.

Ia berharap hujan dengan intensitas tinggi segera turun untuk membantu memadamkan kebakaran sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan hujan deras segera turun sehingga kondisi karhutla dan kekeringan bisa segera teratasi,” harapnya.

Selain menekankan penanganan bencana, Bupati juga mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus menjadi perhatian bersama sehingga setiap kebutuhan penanganan dapat dipenuhi berdasarkan skala prioritas.

“Ketersediaan anggaran kita terbatas. Karena itu, gunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wiyatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kapuas. Apresiasi diberikan kepada BPBD, petugas pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, serta masyarakat yang turut membantu upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Ia menegaskan, upaya penanggulangan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada penanganan ketika api sudah muncul. Persiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung harus dilakukan sejak dini, terutama sebelum memasuki musim rawan kebakaran. hr

-
-
-