KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Bupati Kapuas HM Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, menargetkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mampu membukukan laba sebesar Rp5 miliar pada tahun 2026. Target tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi kinerja PDAM yang digelar pada Sabtu (28/3/2026).
Wiyatno mengungkapkan bahwa tren kinerja PDAM dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada 2021, perusahaan daerah tersebut masih mencatat kerugian hingga sekitar Rp25 miliar. Namun, kondisi tersebut terus membaik pada tahun-tahun berikutnya, bahkan pada 2024 kerugian berhasil ditekan hingga sekitar Rp3 miliar.
“Alhamdulillah, pada 2025 kita sudah mulai membukukan laba lebih dari Rp1 miliar. Ini menjadi dasar optimisme untuk menargetkan keuntungan Rp5 miliar di 2026,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan, terutama pada aspek efisiensi. Pemerintah daerah bersama manajemen PDAM terus mendorong perbaikan di berbagai lini, mulai dari operasional, pengendalian biaya bahan habis pakai seperti bahan kimia pengolahan air, hingga penanganan kebocoran jaringan.
“Semua lini kita evaluasi. Efisiensi menjadi kunci, termasuk menekan kebocoran dan pemborosan operasional tanpa mengurangi kualitas air maupun pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wiyatno menyebutkan bahwa apabila target laba tersebut dapat dicapai secara konsisten, maka beban utang PDAM yang saat ini berada di kisaran Rp21 miliar dapat diselesaikan dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.
Sementara itu, Direktur PDAM Kapuas Abisua Setia Nugroho, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mewujudkan target tersebut. Ia optimistis, melalui langkah efisiensi yang terukur dan berkelanjutan, kinerja perusahaan akan semakin membaik.
“Kami siap menjalankan arahan Bupati. Dengan efisiensi di semua sektor dan peningkatan kinerja, kami optimistis target laba Rp5 miliar pada 2026 bisa tercapai,” tandasnya.hr/redgie











