PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program fasilitasi studi ke luar negeri bagi pelajar daerah. Program tersebut kini memasuki tahap pemetaan minat serta persiapan kemampuan akademik dan bahasa bagi siswa yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke berbagai negara.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah pelajar, mulai dari lulusan kelas XII hingga siswa kelas X dan XI yang diproyeksikan memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
“Kita sudah melakukan pemetaan. Jadi ada beberapa anak-anak yang sudah kita petakan, termasuk anak-anak yang kelas 12 kemarin saat ini sudah lulus, itu sudah kita petakan juga. Anak-anak kelas 10 ke kelas 11 dan kelas 11 ke kelas 12 juga sudah kita petakan,” ujar Reza di Palangka Raya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, hasil pemetaan menunjukkan tingginya minat pelajar Kalteng untuk menempuh pendidikan di berbagai negara. Saat ini, Disdik Kalteng tengah mempersiapkan peserta melalui pelatihan serta tes kemampuan bahasa asing seperti TOEFL dan IELTS yang disesuaikan dengan persyaratan masing-masing negara tujuan.
“Nah, di situ banyak sekali data-data yang masuk, sudah berbagai macam negara yang diminati. Kita sedang persiapkan mereka untuk tes TOEFL dan IELTS sesuai kebutuhan negaranya masing-masing,” katanya.
Reza menjelaskan, tidak semua negara maupun perguruan tinggi luar negeri mewajibkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS. Beberapa kampus memiliki mekanisme seleksi tersendiri yang dapat diikuti calon mahasiswa internasional.
“Ada negara yang tidak membutuhkan TOEFL, ada juga kampus di Rusia yang tidak membutuhkan tes bahasa Inggris seperti itu,” tambahnya.
Ia berharap program tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Kalteng untuk mengakses pendidikan berkualitas di tingkat internasional sekaligus memperluas wawasan dan jaringan global.
“Doakan aja mudah-mudahan makin banyak anak-anak Kalimantan Tengah yang bisa eligible masuk ke perguruan tinggi luar negeri. Harapannya mereka bisa membuka wawasan dan jaringan sehingga Kalimantan Tengah nanti bisa mendunia,” ucapnya.
Dalam proses pemetaan yang dilakukan, sejumlah negara tercatat menjadi tujuan favorit pelajar Kalteng. Di antaranya adalah Rusia, Jerman, Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat.
“Ada banyak tujuan negaranya, ada Rusia, Jerman, Prancis, Jepang juga banyak, ke Amerika juga ada,” ungkap Reza.
Meski demikian, Disdik Kalteng masih menunggu proses lanjutan sebelum merilis data lengkap mengenai jumlah peserta maupun negara tujuan yang dipilih para pelajar.
Selain mempersiapkan pelajar untuk studi ke luar negeri, Dinas Pendidikan Kalteng juga terus memperkuat program digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses terhadap teknologi pendidikan modern.
Menurut Reza, saat ini para siswa di Kalteng telah didukung perangkat digital serta modul pembelajaran berbasis teknologi tiga dimensi yang akan terus dikembangkan pada tahun 2026.
“Kebetulan anak-anak di Kalimantan Tengah itu sudah dilengkapi perangkat digitalisasi dan modul-modul berbasis tiga dimensi. Tahun 2026 ini akan terus kita push terkait digitalisasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai langkah yang dilakukan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Agustiar Sabran dalam menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global.
“Kita ingin menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing sesuai apa yang diinginkan Pak Gubernur. Anak-anak Kalimantan Tengah tidak boleh jadi penonton lagi,” katanya.
Di sisi lain, Reza juga menyoroti pentingnya budaya kerja kolaboratif dalam mendukung keberhasilan berbagai program pendidikan di Kalimantan Tengah. Selama kurang lebih dua setengah tahun memimpin Dinas Pendidikan sebagai pelaksana tugas, ia mengaku terus membangun kekompakan dan semangat kerja sama di lingkungan dinas.
“Di Dinas Pendidikan kita semua kolaborasi, tim kuat, saling support, saling mendukung dan saling mendoakan. Dinas Pendidikan sudah seperti keluarga,” tutupnya.
Program fasilitasi studi ke luar negeri tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Kalteng yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah di masa mendatang. ldw/ded-red











