PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah hiruk pikuk Kota Palangka Raya, kawasan Pelabuhan Rambang di Jalan Riau terus menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu sore. Perpaduan panorama Sungai Kahayan yang memukau, wisata susur sungai yang terjangkau, serta beragam pilihan kuliner menjadikan kawasan ini sebagai tempat rekreasi keluarga yang lengkap dan mudah dijangkau.
Saat matahari mulai condong ke barat, suasana Pelabuhan Rambang berubah menjadi lebih hidup. Deretan warung dan lapak kuliner ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati suasana santai sambil memandang aliran Sungai Kahayan, sungai terbesar dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Palangka Raya. Hamparan air yang tenang, lalu lalang perahu, serta semilir angin sungai menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di pusat kota.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah wisata susur Sungai Kahayan menggunakan kapal wisata. Dengan harga tiket hanya sekitar Rp20 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri sungai sambil menyaksikan kehidupan masyarakat bantaran sungai dari dekat. Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhkan panorama khas Kalimantan, mulai dari rumah-rumah di tepian sungai, aktivitas nelayan, hingga pemandangan Jembatan Kahayan yang tampak megah dari atas kapal.
Keindahan Sungai Kahayan menjadi nilai lebih yang membuat wisata susur sungai semakin diminati. Dari atas kapal, hamparan air yang luas berpadu dengan langit senja menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto maupun sekadar menikmati suasana tenang bersama keluarga.
Salah seorang pengunjung, Rina, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati sore di Pelabuhan Rambang.
“Pemandangannya sangat bagus, apalagi menjelang matahari terbenam. Dengan biaya yang terjangkau kita bisa menikmati suasana sungai yang khas Palangka Raya. Anak-anak juga senang naik kapal sambil melihat aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Kahayan,” ujarnya Kamis (11/6).
Menurutnya, wisata susur sungai menjadi alternatif rekreasi yang berbeda dibandingkan menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.
“Kalau di sini suasananya lebih santai. Bisa makan, menikmati angin sungai, lalu naik kapal. Cocok sekali untuk keluarga,” tambahnya.
Tak hanya wisata sungai, kawasan Pelabuhan Rambang juga dikenal sebagai pusat wisata kuliner. Beragam menu tersedia mulai dari ikan bakar, jajanan tradisional seperti putu mayang, hingga berbagai minuman segar yang cocok dinikmati sambil melihat panorama sungai. Keberadaan area kuliner ini membuat pengunjung betah berlama-lama hingga malam hari.
Salah seorang pedagang kuliner di kawasan tersebut, Komariah mengatakan jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan dan saat cuaca cerah.
“Kalau sore sampai jelang malam memang ramai. Banyak pengunjung datang untuk menikmati pemandangan Sungai Kahayan sambil makan bersama keluarga atau teman. Setelah makan biasanya mereka lanjut naik kapal atau duduk santai menikmati suasana,” katanya.
Ia menilai keberadaan wisata susur sungai turut memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kuliner di sekitar pelabuhan.
“Pengunjung yang datang untuk wisata sungai biasanya juga membeli makanan dan minuman di sini. Jadi usaha kami ikut terbantu. Semoga kawasan ini terus berkembang,” tuturnya.
Pelabuhan Rambang kini tidak hanya berfungsi sebagai dermaga sungai, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik yang menghadirkan pengalaman wisata khas Palangka Raya.
Kombinasi keindahan Sungai Kahayan, wisata susur sungai dengan tiket terjangkau, serta beragam pilihan kuliner menjadikan kawasan ini sebagai destinasi yang layak dikunjungi bagi warga lokal maupun wisatawan.
Bagi masyarakat yang ingin melepas penat setelah beraktivitas seharian, menikmati senja di Pelabuhan Rambang sambil menyusuri Sungai Kahayan dan mencicipi kuliner lokal bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghabiskan sore di Kota Cantik Palangka Raya. anita widyaningsih/red











