-
Spirit Kalteng

HUJAN MERATA DESEMBER-APRIL 2027-El Nino Picu Kekeringan Berkepanjangan, Kabut Asap Halangi Hujan di Kalteng

21
×

HUJAN MERATA DESEMBER-APRIL 2027-El Nino Picu Kekeringan Berkepanjangan, Kabut Asap Halangi Hujan di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Karhutla - Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Kristomei Sianturi, KSAD Jendral TNI Tandyo Budi Revita, Kepala BMKG Teuku Faisal dan Forkopimda Kalteng lainnya melaksanakan rapat koordinasi terkait penanganan karhutla di wilayah Provinsi Kalteng, Senin (19/10/2026). TABENGAN/BIRO ADPIM
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan kondisi iklim di Kalteng yang masih menghadapi dampak fenomena El Nino dengan intensitas cukup kuat. Kondisi tersebut memicu kekeringan berkepanjangan sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Paparan itu disampaikannya pada rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Kristomei Sianturi dan dimoderatori Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo.

Ia juga mengingatkan bahwa kabut asap pekat berpotensi memberikan dampak terhadap proses pembentukan awan hujan. Partikel asap yang berada di atmosfer dapat memengaruhi masuknya radiasi matahari dan proses-proses atmosfer yang berkaitan dengan pembentukan hujan.

“Kita perlu mengendalikan kabut asap pekat karena kondisi tersebut dapat menghambat masuknya sinar matahari, menekan proses penguapan dan pembentukan awan hujan, sehingga berpotensi makin memundurkan awal musim hujan,” jelas Teuku Faisal dalam pemaparannya.

Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam rapat tersebut, curah hujan di Kalteng pada November mendatang diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga rendah. Hujan diprediksi mulai merata di seluruh wilayah pada periode Desember hingga April.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena periode kering yang berkepanjangan dapat memperbesar kerawanan kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan penanganan tersendiri.

Untuk merespons kondisi tersebut, BMKG bersama BNPB dan Kementerian Kehutanan terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya dilakukan dengan memantau potensi pertumbuhan awan setiap hari agar penyemaian dapat dilakukan pada waktu dan lokasi yang tepat.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah prioritas serta mendukung pemadaman kebakaran dan pembasahan lahan yang rawan terbakar.

Dari sisi dukungan personel dan operasional, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan kesiapan TNI Angkatan Darat untuk mendukung langkah penanggulangan karhutla yang dikoordinasikan BNPB dan BMKG.

Ia menyatakan bahwa jajaran TNI AD siap mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk membantu mempercepat pemadaman titik api dan mendukung penanganan di wilayah terdampak.

“Kami siap mendukung seluruh langkah penanganan yang telah dirumuskan oleh BNPB dan BMKG. Seluruh potensi sumber daya yang kami miliki akan dimaksimalkan untuk membantu mempercepat pemadaman titik api,” tegas Tandyo.

Menurutnya, instruksi teknis juga telah disampaikan kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) agar jajaran di wilayah dapat meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kemungkinan penambahan personel sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain pengerahan personel, TNI AD juga siap mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. Dukungan tersebut mencakup penguatan armada dan sumber daya operasional agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Tandyo menegaskan, penanganan karhutla memerlukan kerja sama erat seluruh unsur terkait. Karena itu, dukungan TNI AD akan diselaraskan dengan kebutuhan dan strategi yang ditetapkan melalui koordinasi bersama instansi yang berwenang. red

 

 

-
-
-