PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (DPD RI Dapil Kalteng) Dr Agustin Teras Narang SH mengatakan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa Pendapatan dan hibah APBN di Kalimantan Tengah hingga 31 Mei 2026 terus menunjukkan tren positif. Pendapatan dan Hibah APBN Kalteng disebut mencapai Rp5,56 triliun atau 47,68 persen dari target APBN, meningkat Rp2,4 triliun atau 77,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyumbang utama penerimaan ini disebut dari Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas sekitar Rp2,4 triliun, khususnya kontribusi PPh Pasal 25/29 Badan sekitar Rp1,5 triliun, yang mencerminkan masih kuatnya aktivitas perusahaan khususnya pertanian, kehutanan, perikanan, dan perdagangan besar hingga eceran.
Berikutnya dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri sebesar Rp1,5 triliun yang dipicu aktivitas ekonomi dan konsumsi domestik. Lalu dari Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional, penerimaan Bea Keluar yang meningkat seiring masih tingginya nilai ekspor komoditas, terutama minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya sebesar Rp544 miliar atau sekitar 332 persen dari target.
Menurut Teras Narang, dengan laporan ini, dapat melihat kinerja perekonomian daerah kita yang berkontribusi menyumbang pendapatan nasional. Tren positif ini tentu ditopang oleh komoditas ekspor yang kian tinggi nilainya di pasar global seperti batubara hingga produk olahan dari perkebunan sawit.
”Kita berharap bahwa tren positif pendapatan negara di Kalteng bisa berlanjut, bukan saja secara makro tapi juga terasa bagi daerah serta masyarakat pada khususnya. Agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tergambar dari besarnya penerimaan yang dikontribusikan korporasi, tapi dari peningkatan perekonomian berbasis kerakyatan. Baik pada petani hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lainnya,” kata Teras Narang.
Teras Narang juga berharap secara khusus tren positif pendapatan negara tahun ini dari Kalteng, turut mendorong peningkatan Transfer ke Daerah bagi Kalteng pada tahun mendatang. Agar tren positif yang berlangsung tahun ini, tidak timpang dengan kondisi pemerintah daerah yang mesti mengalami efisiensi besar-besaran dalam menajamkan arah pembangunan daerah.
Secara khusus bagi pemerintah daerah, tekan Teras Narang, ini menjadi pekerjaan rumah untuk mulai mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah baru di luar dari komoditas, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah. Agar Kalteng dapat menghasilkan sumber pertumbuhan ekonomi lain secara merata yang ditopang oleh inovasi sumber daya manusia lainnya. Baik dari pengembangan ekspor hasil produk dan produk kerajinan daerah, hingga inovasi teknologi lainnya,” imbuh Teras Narang.
”Tidak mudah, namun secara bertahap dan terencana, dengan komitmen yang baik serta berkelanjutan, diharapkan bisa tercapai perkembangan ke depannya. Untuk Kalteng, untuk Indonesia. Daerah maju, Indonesia makmur dan sejahtera,” tutup Teras Narang. dy-red











