PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap mulai terlihat semakin pekat di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tercatat sepanjang musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga 26 Juli 2026 telah terjadi sebanyak 109 kali karhutla. Kasus terbanyak tercatat berada di wilayah Kecamatan Jekan Raya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya, terlebih wilayah setempat memiliki banyak lahan gambut yang berpotensi membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.
Terkait kondisi kabut asap yang mulai terlihat dan kemungkinan diliburkannya kegiatan belajar mengajar, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan untuk meliburkan sekolah.
Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya masih memantau perkembangan kondisi dalam beberapa hari ke depan serta menunggu laporan dari tim di lapangan dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Belum ada. Sampai saat ini Pak Wali masih melihat perkembangan kondisi dalam beberapa hari ke depan. Kita juga menunggu laporan dari tim di lapangan, termasuk BPBD, serta hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi apakah nantinya diperlukan kebijakan tersebut,” jelasnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (27/7/2026).
Ia berharap kondisi karhutla dapat segera dikendalikan sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Terlebih dalam kondisi cuaca panas dan lahan gambut yang mulai mengering, api dapat dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk mendapatkan data mengenai kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar di sekolah.
“Disdik sudah bersurat ke dinas teknis terkait masalah kualitas udara. Berdasarkan data tersebut, Disdik akan mengevaluasi proses belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pembagian masker bagi peserta didik dan tenaga pendidik, Vico mengatakan hal tersebut menjadi bagian dari langkah perlindungan terhadap warga sekolah.
“Pembagian masker akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kebijakan Disdik untuk memberikan rasa aman terhadap peserta didik serta tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar. Itu segera kita tindak lanjuti,” katanya.
Namun, melihat kondisi kabut asap yang secara kasatmata mulai terlihat semakin pekat, Disdik berencana mengeluarkan instruksi kepada sekolah sebelum seluruh data kualitas udara diterima secara lengkap.
“Mengingat melihat kondisi hari ini, kami akan keluarkan instruksi ke sekolah mendahului data yang kami minta. Karena secara kasatmata sudah terlihat asap mulai pekat,” pungkasnya. nws/fwa-red











