-
Hukrim

Aliansi Masyarakat Peduli Barsel Kadap Datangi DPRD

183
×

Aliansi Masyarakat Peduli Barsel Kadap Datangi DPRD

Sebarkan artikel ini
AKSI DAMAI- Belasan masyarakat saat mendatangi Kantor DPRD Barsel untuk menyampaikan aspirasi terkait pemadaman listrik. TABENGAN/HAMDAN
-

BUNTOK/TABENGAN.CO.ID – Belasan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Barito Selatan Kadap, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Barito Selatan di Jalan Pelita Raya, Buntok, untuk menyampaikan aspirasi terkait pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung hampir dua bulan.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut mendapat pengawalan dari ratusan personel Polres Barito Selatan, Polsek Dusun Selatan, serta Satpol PP. Kedatangan massa diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Barsel Ideham, Wakil Ketua II Rusinah Andelen, beserta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Kepala PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok, Vivin Aprianur, bersama sejumlah pejabat PLN untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan di wilayah Barito Selatan.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Barito Selatan, Jailani, mengatakan masyarakat berharap adanya kepastian terkait berakhirnya pemadaman listrik bergilir yang selama ini mengganggu aktivitas warga.

“Dari hasil pertemuan, pihak PLN ULP Buntok menyatakan dan menyepakati bahwa mulai 5 Agustus 2026 pemadaman bergilir akan dihentikan. Sejumlah mesin pembangkit yang saat ini mengalami kerusakan juga dipastikan segera kembali beroperasi,” ujar Jailani.

Ia menambahkan, masyarakat berharap komitmen yang telah dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani oleh pimpinan PT PLN ULP Buntok benar-benar direalisasikan.

“Apabila setelah 5 Agustus 2026 masih terjadi pemadaman bergilir, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar, bahkan mendatangi kantor PT PLN ULP Buntok,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Barito Selatan, Ideham, mengatakan DPRD akan mengawal hasil kesepakatan tersebut agar dipatuhi oleh pihak PLN.

Menurutnya, DPRD juga meminta PT PLN ULP Buntok mempercepat pembangunan dan peningkatan jaringan listrik di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Barito Selatan, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang lebih andal.

Di kesempatan yang sama, Kepala PT PLN ULP Buntok, Vivin Aprianur, optimistis pasokan listrik di Barito Selatan akan kembali normal mulai 5 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa perbaikan sejumlah mesin pembangkit yang mengalami kerusakan hampir selesai sehingga dapat kembali beroperasi.

Meski demikian, Vivin mengungkapkan perbaikan mesin pembangkit di Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, diperkirakan baru rampung pada akhir Agustus 2026. Namun, kondisi tersebut diyakini tidak akan mengganggu normalisasi pasokan listrik di wilayah Barito Selatan.dan/gie-red

-
-
-