PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dentuman pukulan dan sorak penonton mengiringi panasnya gelaran Menteng Night Championship (MNC) Volume 3 di Gedung Olahraga Jalan Husni Thamrin, Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 70 atlet dari berbagai daerah tampil dalam ajang exhibition sparing terbuka tersebut. Setiap laga berlangsung dengan tensi tinggi, menguras stamina, mental, serta kemampuan teknik para petarung di atas ring.
MNC Volume 3 menjadi gelaran terbesar yang diselenggarakan sejak event tersebut pertama kali digelar. Dari sekitar 70 peserta, panitia menghadirkan 44 pertandingan dengan empat kelas, yakni under 51 kilogram, under 60 kilogram, under 70 kilogram dan up 80 kilogram.
Sejak pertandingan dimulai, suasana arena langsung memanas. Para atlet saling menguji kemampuan melalui serangan dan pertahanan yang diperhitungkan. Jual beli pukulan membuat setiap laga berlangsung ketat dan memacu adrenalin, sementara dukungan penonton semakin menambah tekanan bagi para petarung.
Meski berlangsung keras dan kompetitif, setiap pertandingan tetap berada dalam koridor sportivitas dan profesionalisme. Para atlet dituntut mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menghormati lawan di atas ring.
Dari rangkaian pertandingan tersebut, 13 atlet berhasil menjadi pemenang dan meraih Sabuk MNC Volume 3 Borneo. Kemenangan tersebut menjadi bukti hasil latihan, kemampuan teknik dan mental bertanding yang mereka miliki.
Ketua Pelaksana MNC Volume 3, Dris Sakti D. Bangas, mengatakan ajang tersebut merupakan wadah bagi para fighter di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah untuk mendapatkan pengalaman serta meningkatkan jam terbang.
“Event ini sudah yang ketiga. MNC Volume 3 ini sudah yang terbesar bagi kami. Sebelumnya mungkin hanya sekitar 10 partai, sekarang kami mencoba membuat partai pertandingannya lebih banyak,” ujarnya.
Menurut Dris, MNC tidak hanya bertujuan mencari pemenang dalam setiap pertandingan. Para atlet yang tampil menarik, memiliki kemampuan serta skill yang dinilai mumpuni akan dipertimbangkan untuk kembali tampil pada MNC Volume 4.
“Setiap partai pasti ada pemenangnya. Nanti setiap pemenang akan kami pilih apakah layak untuk lanjut ke MNC Volume 4. Rencananya MNC Volume 4 hanya sekitar tujuh partai,” jelasnya.
Ia menambahkan, MNC juga menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet di Palangka Raya dan Kalteng yang dinilai masih membutuhkan lebih banyak wadah pertandingan.
“Selain untuk jam terbang para atlet, juga untuk hiburan masyarakat. Harapannya para atlet yang ada di Kota Palangka Raya dan Kalteng ayo bergabung ke MNC. Tunjukkan kemampuan kalian, jangan hanya latihan di gym,” katanya.
Di balik panasnya pertarungan di atas ring, Dris menegaskan bahwa MNC memiliki pesan penting bagi para atlet dan generasi muda. Kemampuan bela diri seharusnya digunakan dalam ruang kompetisi yang sehat, bukan untuk melakukan kekerasan di luar arena.
Ia berharap para atlet yang memiliki kemampuan bela diri dapat menyalurkan kemampuan tersebut melalui pertandingan resmi sehingga dapat membangun prestasi sekaligus portofolio sebagai atlet.
“Jangan sampai anak-anak yang masih produktif malah berantem di luar. Jangan berantem di luar, kita ikut kompetisi seperti ini, kompetisi sehat. Siapa tahu ke depannya bisa menjadi sumber penghasilan dan menjadi portofolio atlet itu sendiri,” tegasnya.
Dengan nada penuh motivasi, ia menggambarkan bahwa seorang atlet harus mampu mengendalikan diri di luar arena.
“Bela diri itu kalau bisa, atlet yang punya skill bela diri jadi kucing di luar ring, jadi harimau di arena. Jangan menunjukkan kemampuan itu di jalanan, tetapi digunakan di ring,” ungkapnya.
Dris memastikan Menteng Night Championship tidak berhenti pada Volume 3. Penyelenggara berencana melanjutkan event tersebut ke Volume 4, Volume 5 dan seterusnya dengan konsep yang semakin menarik.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi olahraga, komunitas gym, instansi terkait hingga pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga.
“Ke depannya pasti kita akan membuat ini berlanjut. Selanjutnya kita akan buat Volume 4, 5 dan seterusnya. Di situ pasti akan makin kita kemas lebih menarik lagi,” katanya.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar olahraga bela diri di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah dapat berkembang lebih luas, sekaligus memberikan ruang bagi atlet lokal untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi. mak/fwa-red











