-
Spirit Kalteng

KALTENG DIKEPUNG ASAP

192
×

KALTENG DIKEPUNG ASAP

Sebarkan artikel ini

+ Kabut Asap Pekat Kotim, Belajar Mengajar di Rumah, Katingan dan Pulpis Penundaan Waktu Belajar, 132 Kasus ISPA di Palangka Raya, 40 Ha Lahan di Terbakar, Lamandau Masih Normal

FOTO ISTIMEWA
-

KALIMANTAN TENGAH/TABENGAN.CO.ID- Karhutla melanda wilayah Kalteng, berdampak pada aktivitas kehidupan masyarakat di Kalteng dan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai menyerang masyarakat. Sejumlah sekolah juga mulai menyesuaikan jam belajar hingga melakukan belajar di rumah seperti di Palangka Raya, Kotim, Kobar, Katingan, Pulang Pisau dan Kapuas.

Disdik Kotim telah menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan di wilayah setempat. Kebijakan tersebut sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menyusul meningkatnya potensi bencana kabut asap akibat Karhutla.

Kebijakan itu tertuang pada Surat Edaran Bupati Kotim tentang Belajar dari Rumah (BDR) selama masa tanggap darurat bencana karhutla.

Pengawas sekolah dan penilik juga diinstruksikan untuk melakukan pemantauan terhadap penyelenggaraan BDR pada satuan pendidikan binaan masing-masing. Pemantauan tersebut dilakukan setiap hari dan dilaporkan kepada Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan masing-masing.

Sementara bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), surat edaran tersebut dapat dilampirkan sebagai surat keterangan Work From Home (WFH). Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi kualitas udara dinyatakan baik atau sehat dan situasi tanggap darurat karhutla di Kotim berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.

Disdikbud Kobar: Belajar Mengajar Terbatas di Rumah

Kadisdikbud Kobar Muhammad Alamsyah menyampaikan perihal surat edaran tentang penggunaan masker, agar seluruh peserta didik menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruangan, Jumat (21/8 /2026). Kegiatan luar ruangan seperti upacara, olahraga dan ekstrakurikuler dihentikan sementara apabila terjadi penurunan kualitas udara.

Jika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, kegiatan belajar mengajar juga dapat disesuaikan. PAUD, SD kelas 1-6 dan SMP kelas 7 dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Sementara itu, siswa SMP kelas 8 dan 9 masih dapat mengikuti pembelajaran tatap muka dengan pengurangan jam belajar. Pembelajaran dapat dimulai pukul 07.30 WIB atau menyesuaikan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

Sebelumnya Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, makin meluasnya kejadian Karhutla di wilayah Kobar, pemerintah daerah pun memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla hingga 4 September 2026. Dimana saat ini lahan terbakar mencapai 859,490 hektare.

 

Katingan dan Pulpis Penundaan serta Penyesuaian Waktu Belajar Mengajar

Bupati Katingan Saiful telah mengeluarkan SE penundaan waktu belajar mengajar pada PAUD, TK, SD SMP/sederajat di Katingan, di situasi ISPU yang kian hari semakin meningkat Agustus 2026 ini. Sebelumnya terjadwal pukul 07.00 WIB, diundur pukul 07.45 WIB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan Yobie Sandra mengatakan, kondisi kualitas udara sejak 19 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB di angka 456, yang artinya kualitas udara tergolong berbahaya.

“Artinya, tingkat kualitas udara di daerah Katingan saat ini dapat merugikan kesehatan serius pada populasi, dan perlu penanganan cepat,” ungkapnya.

Pulang Pisau

Sementara itu Kadisdik Pulang Pisau Nikharter mengatakan, menyikapi kondisi kabut asap akibat Karhutla, Disdik Pulang Pisau pada 18 Agustus 2026 telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Satuan Pendidikan yang di bawah Disdik Kabupaten Pulpis berkenaan dengan Penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar. Sementara itu penderita ISPA di Pulang Pisau dari 24 Juli hingga 18 Agustus 2026 tercatat 2.889 penderita.

132 Kasus ISPA Terdata di P. Raya, Kayon Sumbang Angka Terbanyak

Hingga 19 Agustus 2026, Dinkes Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 132 kasus ISPA.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, berdasarkan pencatatan tersebut, Puskesmas Kayon menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus ISPA terbanyak, yakni 25 kasus, Puskesmas Bukit Hindu 21 kasus dan Puskesmas Pahandut 18 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Panarung 14 kasus, Marina Permai 13 kasus, serta Puskesmas Kereng Bangkirai dan Menteng masing-masing 12 kasus. Adapun Puskesmas Tangkiling 9 kasus, Jekan Raya 5 kasus, dan Kelampangan 3 kasus.

40 Ha Lahan di Terbakar, Lamandau Masih Normal

Sekitar 30 sampai 40 Ha lahan gambut yang berada di Desa Kujan, Kecamatan Bulik terbakar, Kamis (20/8/2026) petang.Hingga Kamis malam api masih belum padam. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk mengetahui kondisi lapangan.

Ia menambahkan, hingga malam hari api masih menyala dan mengarah ke kawasan pabrik PT KSO. Tim gabungan juga sudah siaga penuh untuk melakukan upaya pemadaman api.

Pemkab Lamandau melalui Dinkes setempat telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas luar rumah.

“Seperti yang kita rasakan, untuk di wilayah kita ada mungkin 2 sampai 3 hari ini mulai terasa kabut asap. Dan kita juga sudah mengeluarkan imbauan terutama di setiap Puskesmas kaitan dengan penggunaan masker,” ungkap Kepala Dinkes Lamandau Rosmawati.

Sementara, saat ditanya terkait kasus ISPA, Rosmawati mengaku bahwa memang ada, namun jumlahnya tidak seberapa.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Plt Kadisdikbud Lamandau Loren Oktoberi Tahan menyebut, hingga saat ini aktivitas belajar mengajar di sekolah masih normal. tim-red

 

-
-
-