-
Spirit Kalteng

132 Kasus ISPA Terdata di Palangka Raya, Puskesmas Kayon Sumbang Angka Terbanyak

184
×

132 Kasus ISPA Terdata di Palangka Raya, Puskesmas Kayon Sumbang Angka Terbanyak

Sebarkan artikel ini
FOTO : Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan./foto tabengan/Anita Widyaningsih
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palangka Raya mulai mendapat perhatian serius seiring kondisi udara yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 19 Agustus 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 132 kasus ISPA.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan data tersebut dihimpun dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan terus dipantau sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.

Berdasarkan pencatatan tersebut, Puskesmas Kayon menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus ISPA terbanyak, yakni 25 kasus. Selanjutnya Puskesmas Bukit Hindu mencatat 21 kasus dan Puskesmas Pahandut sebanyak 18 kasus.

Sementara itu, Puskesmas Panarung mencatat 14 kasus, Marina Permai 13 kasus, serta Puskesmas Kereng Bangkirai dan Menteng masing-masing 12 kasus. Adapun Puskesmas Tangkiling mencatat 9 kasus, Jekan Raya 5 kasus, dan Kelampangan 3 kasus.

Riduan menyebut pemantauan terhadap kasus ISPA dilakukan secara rutin. Setiap perkembangan kasus direkap dan dilaporkan kepada pemerintah provinsi untuk melihat tren kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Dari hari ke hari kami menyampaikan laporan terakumulasi kasus ISPA kepada pemerintah provinsi,” ujar Riduan, Jumat (21/8).

Meningkatnya perhatian terhadap ISPA juga tidak terlepas dari kondisi Palangka Raya yang masih menghadapi karhutla. Paparan asap dan penurunan kualitas udara dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul. Keluhan seperti batuk maupun gangguan pernapasan perlu segera diperiksa, terlebih jika terjadi saat kualitas udara sedang memburuk.

“Jika ada warga kita yang mengalami batuk, untuk segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan,” kata Riduan.

Dengan pencatatan yang dilakukan setiap hari, Dinkes Palangka Raya terus memantau perkembangan kasus untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali. Upaya tersebut menjadi semakin penting apabila karhutla dan kabut asap masih terjadi, sehingga potensi peningkatan gangguan pernapasan dapat diantisipasi lebih dini. (nws)

 

-
-
-