PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Inovasi penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UPR) mulai diarahkan pada pengembangan teknologi penghantaran obat berbasis nano untuk mendukung riset kanker payudara. Melalui Boswelli Research Team, mahasiswa FK UPR mengeksplorasi potensi doxycycline yang dikombinasikan dengan minyak kemenyan (frankincense oil) dalam bentuk nanoemulsi.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 dengan judul “Reposisi doxycycline melalui rekayasa nanoemulsi berbasis minyak kemenyan sebagai platform farmakologis translasional untuk optimalisasi respons terapi kanker payudara ER+/PR+.”
Ketua Boswelli Research Team, Georgia Laura Viwanda, menjelaskan penelitian tersebut menggunakan pendekatan drug repurposing, yakni mengeksplorasi kembali potensi obat yang telah dikenal untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya dalam konteks penyakit lain.
Dalam penelitian ini, doxycycline yang selama ini dikenal sebagai antibiotik dikembangkan bersama minyak kemenyan ke dalam sistem nanoemulsi. Namun, Georgia menegaskan penelitian masih berada dalam tahap pengembangan sehingga tim belum dapat menarik kesimpulan mengenai efektivitas formulasi terhadap sel kanker.
“Fokus kami bukan sekadar menghasilkan sebuah formulasi, tetapi memastikan setiap tahapan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya,” ujar Georgia.
Penelitian Boswelli Research Team diawali dengan analisis berbasis komputer untuk mempelajari kemungkinan interaksi berbagai senyawa dengan protein tertentu. Dari tahapan tersebut, tim memperoleh enam protein utama yang kemudian menjadi bagian dari dasar penelitian berikutnya.
Tahap selanjutnya dilakukan dengan mengembangkan Nanoemulsi Doxycycline–Frankincense Oil (Dox–FO) di Laboratorium Biomedik I Fakultas Kedokteran UPR.
Formulasi yang dihasilkan kemudian menjalani berbagai analisis melalui kolaborasi dengan sejumlah institusi. Penelitian ini melibatkan BRIN, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Airlangga.
Salah satu pemeriksaan menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan salah satu formulasi memiliki nilai transmitansi tertinggi sebesar 98,2 persen pada kondisi pengukuran yang dilakukan tim.
Selain karakterisasi formulasi, sampel penelitian juga dikirimkan ke Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga untuk menjalani uji sitotoksisitas dan uji migrasi. Hingga kini, proses pengujian tersebut masih berlangsung.
Karena tahapan penelitian belum seluruhnya selesai, tim menegaskan hasil yang diperoleh saat ini belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa nanoemulsi Dox–FO efektif sebagai obat maupun terapi kanker.
Sabet 2 Penghargaan dalam Kegiatan Ilmiah
Di tengah proses penelitian yang masih berjalan, Boswelli Research Team juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah dalam rangkaian PKM-RE 2026.
Kerja keras tersebut membuahkan prestasi. Tim berhasil meraih Juara II Best Poster Awards, sedangkan Georgia Laura Viwanda meraih Juara II Best Presenter Awards dalam Seminar Kreativitas Mahasiswa #3.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi penghargaan bagi tim, tetapi juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah sekaligus memperkenalkan riset mahasiswa FK UPR kepada khalayak yang lebih luas.
Saat ini, penelitian masih terus berlanjut. Tim masih menunggu sejumlah hasil pengujian sekaligus melakukan analisis lanjutan, termasuk penelitian molecular docking untuk memperdalam kajian mengenai kemungkinan interaksi senyawa dengan protein target.
Georgia berharap penelitian tersebut dapat menghasilkan data yang kuat dan menjadi pijakan bagi pengembangan riset berikutnya, khususnya terkait drug repurposing, pemanfaatan bahan alam, serta pengembangan sistem penghantaran obat berbasis teknologi nano.
“Penelitian mengajarkan kami bahwa inovasi tidak lahir dalam satu langkah. Kami harus melewati berbagai tahapan, mulai dari komputasi, formulasi, karakterisasi hingga pengujian di berbagai institusi,” katanya.
Boswelli Research Team terdiri atas Georgia Laura Viwanda sebagai ketua, bersama Artha Brighita, Caysha Early Sephenova, Nissi Asima, dan Theofany Christian sebagai anggota. Tim tersebut didampingi dosen Ysrafil, S.Farm., M.Biomed.
Penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa FK UPR tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan akademik, tetapi juga mulai aktif membangun riset lintas disiplin dengan menggabungkan pendekatan komputasi, teknologi nano, ilmu farmasi, serta biomedis. rmp/rca-red











