
BANJARMASIN/TABENGAN.CO.ID – Salah satu jalan utama untuk memerdekakan seseorang, mengangkat martabat manusia, adalah dari proses pendidikan. Demikian penggalan pesan penting dari Uskup Banjarmasin Mgr. Victorius Dwiardy, O.F.M. Cap, saat bertemu Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah Dr Agustin Teras Narang, baru-baru ini.
“Pesan yang kurang lebih sama disampaikan kepada kami hari ini, Sabtu (22/8/2026) dalam momen reuni alumni SMP Bruder, SMP Marsudi Wiyata, dan SMP Santa Angela Banjarmasin, dan peringatan 75 tahun kehadiran lembaga pendidikan bersejarah ini,” kata Teras Narang.
Menurut Teras, Uskup Banjarmasin menekankan, kita tidak perlu sekolah yang banyak, tapi kita butuh sekolah, yang bisa memberikan pengaruh dan dampak yang baik bagi para murid. Beliau menekankan para guru, para suster tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari para alumni. Sekecil apapun dukungan kita, tentu akan sangat membantu bagi dunia pendidikan.
”Saya sebagai pribadi yang dipercayakan serta didoakan memimpin forum alumni pada momen awal ini, menyampaikan terima kasih atas amanah yang dipercayakan. Meski saya berharap ke depan, agar alumnus dari kalangan muda dapat memimpin, namun rupanya kesempatan pertama dipercayakan, sekaligus agar kami setahun ke depan bisa menyiapkan reorganisasi dan regenerasi,” ujar mantan Gubernur Kalteng dua periode.

Teras secara khusus juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup atas amanah dan doanya. Ia menyadari betul, memang tidak gampang untuk menghimpun para alumni. Harapannya secara khusus pada seluruh alumni SMP Katolik Banjarmasin, agar dapat memberi hati serta sedikit atensi untuk membangun jejaring alumni yang bisa saling mendukung dalam pelayanan sosial pendidikan, baik bagi almamater maupun bagi masyarakat luas.
Alumni, tambah Teras, khususnya dari generasi muda, secara khusus diundang untuk membagikan harapan serta inisiatifnya bagi pengembangan masa depan pendidikan daerah, lewat almamater. Tanpa peran alumni muda, keberlangsungan jejaring dan pembangunan gerak bersama, akan sulit kita capai bersama.
“Saya gembira bahwa Bapak Uskup, sebagaimana jejak pelayanan Gereja Katolik pada umumnya yang berkomitmen pada pendidikan, memiliki pandangan yang senada dengan saya. Sejak mengabdikan diri pada negara lewat jalur politik, pendidikan dan kesehatan adalah atensi utama saya sebagai jalan pembangunan manusia unggul, termasuk infrastruktur sebagai pendukung agar rakyat bisa sejahtera dan mengakses dua elemen penting tersebut,” katanya.

Dikatakan Teras, lewat pendidikan memang kita mesti mengabdi dan menaruh hati. Lewat pendidikan yang unggul kita membangun harapan yang lebih baik, tak saja bagi pribadi, tapi juga untuk masa depan negeri. Sebagaimana istilah Bapak Uskup, jalan memerdekakan dan mengangkat harkat martabat manusia.
”Terima kasih sekali lagi pada para suster, tenaga pendidik, dan staf pendukung sekolah yang telah dengan tulus mengabdikan diri di jalan pelayanan pendidikan ini. Tanpa peran para pendidik, kami tak akan menjadi insan yang berarti,” ujarnya.
Teras juga berharap, semoga SMP Katolik Banjarmasin terus berjaya dalam jalan pengabdiannya. Berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan Gereja Kalimantan Evangelis di mana kami juga memiliki layanan pendidikan yang diabdikan bagi kepentingan masyarakat dan demi kemuliaan Tuhan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? rls-red











