+Fairid Siapkan 11 Puskesmas dan 4 Puskesmas Siagakan 24 Jam
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palangka Raya mencapai 16.166 kasus sejak Januari hingga pekan ketiga Agustus 2026. Jumlah tersebut tercatat sebagai yang tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Meski angkanya cukup tinggi, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengingatkan agar data tersebut tidak serta-merta dimaknai sebagai jumlah warga yang mengalami ISPA berat akibat paparan kabut asap.
Menurut Fairid, angka 16.166 merupakan akumulasi kasus ISPA yang tercatat setelah masyarakat mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Data tersebut, kata dia, belum dapat menggambarkan secara keseluruhan tingkat keparahan maupun faktor penyebab dari masing-masing kasus.
“Kalau secara data, apa pun kita input. Jadi bukan berarti tinggi lalu semua itu terpapar. Yang paling penting bagaimana kita melakukan pelayanan dan penanganannya,” tegas Fairid sesaat setelah melakukan sidak di sejumlah Puskesmas, Selasa (25/8/2026) malam.
Ia menjelaskan, kondisi pasien ISPA yang datang ke fasilitas kesehatan cukup beragam. Sebagian di antaranya memiliki penyakit penyerta, seperti asma akut, yang dapat memperburuk gangguan pernapasan.
Sementara itu, pasien yang tidak memiliki penyakit bawaan umumnya mengalami ISPA dengan kondisi yang lebih ringan dan dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan sesuai kondisi masing-masing.
Di tengah meningkatnya kasus gangguan pernapasan tersebut, Fairid memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat ISPA di Kota Palangka Raya.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, terutama warga yang memiliki riwayat penyakit seperti asma. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar kondisi pasien tidak berkembang menjadi lebih serius.
“Yang paling penting bagaimana kita melakukan pelayanan dan penanganannya,” ujarnya.
Tingginya angka ISPA tersebut menjadi perhatian serius Pemko Palangka Raya, terlebih kondisi kualitas udara masih dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut membaca angka kasus sebagai statistik, tetapi juga memastikan pelayanan kesehatan tetap siap menghadapi peningkatan keluhan pernapasan.
Dengan penanganan yang cepat dan masyarakat yang lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya, risiko gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara diharapkan dapat ditekan
Fairid Siapkan 11 Puskesmas, 4 Full 24 Jam
Di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada malam hari untuk mengecek kesiapan layanan kesehatan.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan, Fairid menyambangi sejumlah Puskesmas, di antaranya Puskesmas Menteng, Puskesmas Pahandut, dan Puskesmas Kereng Bangkirai, Selasa (25/8) malam.
“Pemko Palangka Raya sebelumnya menyiapkan 11 Puskesmas untuk mendukung penanganan dampak karhutla Tujuannya memastikan pelayanan publik, khususnya 4 IGD yang 24 jam, Puskesmas Pahandut, Puskesmas Menteng, Puskesmas Kereng Bangkirai, dan Puskesmas Tangkiling. Kita juga memastikan petugas yang bertugas ada dan menanyakan apakah ada kendala atau keluhan,” ujar Fairid.
Hingga pelaksanaan sidak tersebut, Fairid menyebut belum terdapat laporan kematian akibat ISPA di Kota Palangka Raya. nws/fwa-red











