-
Spirit Kalteng

KARHUTLA KOBAR MENGGANAS-Juli-Agustus Capai 1.059 Hektare Terbakar 

193
×

KARHUTLA KOBAR MENGGANAS-Juli-Agustus Capai 1.059 Hektare Terbakar 

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO,ID- Dampak cuaca panas ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) makin ganas. Hingga  25 Agustus 2026, luasan hutan dan lahan yang terbakar tercatat mencapai 1.059,498 hektare dari 232 kejadian.

Hal tersebut berdasarkan rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar per 25 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, lonjakan karhutla terjadi sejak Juli dan semakin signifikan pada Agustus.

Pada Juli 2026 tercatat 62 kejadian dengan luasan lahan terbakar mencapai 110,24 hektare. Sementara hingga 25 Agustus, jumlah kejadian meningkat menjadi 122 kasus dengan luasan lahan terbakar mencapai 850,95 hektare.

Kondisi tersebut membuat tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan harus bekerja ekstra untuk melakukan pemadaman dan penanganan di sejumlah lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar sepanjang 2026.

“Sepanjang 2026, luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 663,91 hektare. Khusus Agustus, luas kebakaran mencapai 579,63 hektare,” ujar Samuel.

Kecamatan Arut Selatan menyusul di posisi kedua dengan total luasan lahan terbakar mencapai 297,733 hektare. Dari sisi frekuensi, Arut Selatan menjadi kecamatan dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 129 kali dari total 232 kejadian di seluruh Kobar.

Samuel merinci, di Kecamatan Kotawaringin Lama, luas hutan dan lahan terbakar mencapai 32,1 hektare dengan delapan kejadian.

Kemudian Kecamatan Arut Utara mencatat luasan 30,5 hektare dengan empat kejadian. Selanjutnya, Pangkalan Banteng mencatat luasan 26,75 hektare dengan 13 kejadian.

“Sementara Pangkalan Lada tercatat tujuh kejadian dengan luasan hutan dan lahan terbakar 8,505 hektare,” katanya.

Selain luasan karhutla yang meningkat, jumlah titik panas (hotspot) juga mengalami lonjakan. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, sebanyak 657 titik panas tercatat pada Agustus dari total 830 titik panas sepanjang 2026.

Samuel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

“Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan,” imbaunya.

BPBD Kobar juga menyiagakan layanan hotline penanganan bencana di nomor 0823-5126-9457. Masyarakat juga dapat menghubungi Hotline Polres Kobar melalui 110 untuk penanganan cepat apabila menemukan kebakaran di lapangan. uli/jsi-red

 

-
-
-