-
Spirit Kalteng

Karhutla Kobar Tambah Meluas, 1.717 Hektare Lahan Ludes Terbakar, +1.160 Hotspot Terdeteksi, Memburuk, Udara Kobar Berbahaya

213
×

Karhutla Kobar Tambah Meluas, 1.717 Hektare Lahan Ludes Terbakar, +1.160 Hotspot Terdeteksi, Memburuk, Udara Kobar Berbahaya

Sebarkan artikel ini
FOTO TABENGAN/YULIANTINI PARAH-Kabut asap pekat yang terjadi di wilayah Kotawaringin Barat.  
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terus meningkat. Hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 1.717,458 hektare lahan terbakar, sementara 1.160 titik panas (hotspot) terdeteksi sepanjang tahun ini.

Kepala BPBD Kabupaten Kobar Samuel, melalui Plt Kepala Bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kobar Andhan Santana menyampaikan, kejadian karhutla meningkat pada bulan Agustus ini, yakni sebanyak 1.033 hotspot terdeteksi hanya dalam satu bulan.

Lonjakan itu membuat Agustus menjadi periode dengan aktivitas hotspot tertinggi sepanjang 2026. Sebelumnya, jumlah hotspot pada Juli tercatat 78 titik, sementara akumulasi Januari hingga Juni berada jauh di bawah angka Agustus.

Tak hanya titik panas, BPBD Kobar juga mencatat 275 kejadian karhutla di enam kecamatan sepanjang 2026. Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni mencapai 163 kejadian, disusul Kecamatan Kumai dengan 78 kejadian.

Dari sisi sebaran hotspot, Arut Selatan juga menjadi wilayah dengan angka tertinggi. Tercatat 762 hotspot berada di wilayah tersebut. Selanjutnya Kumai 197 hotspot, Arut Utara 88 hotspot, Kotawaringin Lama 88 hotspot, Pangkalan Banteng 21 hotspot, dan Pangkalan Lada 4 hotspot.

Sementara dari total luasan lahan yang terbakar, Kumai menjadi wilayah paling parah dengan luasan mencapai 936,69 hektare. Arut Selatan menyusul dengan 657,913 hektare.

Wilayah lainnya yang terdampak yakni Pangkalan Banteng dengan 46,75 hektare, Kotawaringin Lama 32,1 hektare, Arut Utara 30,5 hektare, serta Pangkalan Lada 13,505 hektare.

Yang menjadi sorotan, Agustus menyumbang 1.508,91 hektare dari total luasan lahan terbakar yang tercatat BPBD Kobar. Lonjakan tersebut menunjukkan betapa cepatnya karhutla berkembang dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah situasi tersebut, Wakil Bupati Kobar Suyanto bersama Sekda Kobar Rody Iskandar dan rombongan turun langsung melakukan peninjauan lokasi karhutla di Jalan Pangkalan Bun-Kolam, tepatnya Km 15.

Peninjauan dilakukan bersama Satgas Karhutla yang berada di lokasi. Tim gabungan terus melakukan penanganan dan pemadaman untuk mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

Dengan 1.160 hotspot, 275 kejadian karhutla, dan 1.717,458 hektare lahan terbakar, Kobar kini menghadapi tekanan serius akibat kebakaran. Lonjakan tajam pada Agustus menjadi alarm kuat bahwa penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan sinergi seluruh unsur agar kebakaran tidak semakin meluas.

Memburuk, Udara Kobar Berbahaya

Kualitas udara di Kabupaten Kobar, makin memburuk. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 sempat menembus 300,3 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya pada Senin (31/8/2026) pagi.

Forecaster on Duty BMKG Kobar Ayu Istiqomah S.Tr. menyampaikan, data tersebut berdasarkan hasil pemantauan indeks kualitas udara wilayah Kobar dan sekitarnya. Berdasarkan pantauan kondisi indeks kualitas udara BMKG Kobar, konsentrasi PM2.5 mencapai 300,3 µg/m³ pada pukul 07.05 WIB.

Angka tersebut menjadi konsentrasi tertinggi yang tercatat oleh peralatan pemantau PM2.5 pada Senin pagi. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara di Kobar mengalami penurunan signifikan. Pada pukul 09.05 WIB, konsentrasi PM2.5 masih berada di angka 77,9 µg/m³. Meski turun dibandingkan kondisi sebelumnya, kualitas udara tetap berada dalam kategori tidak sehat.

“Kami mencatat peningkatan konsentrasi PM2.5 tersebut telah terjadi sejak pukul 23.05 WIB pada Minggu (30/8/2026),” ujar Ayu Istiqomah. uli/jsi-red

 

-
-
-