-
PENDIDIKAN

HUJAN REDAKAN KABUT ASAP? SD dan SMP Palangka Raya Kembali Masuk Sekolah

252
×

HUJAN REDAKAN KABUT ASAP? SD dan SMP Palangka Raya Kembali Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini
FOTO Ilustrasi/inset  Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya dalam dua hari terakhir membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Setelah sebelumnya kegiatan belajar mengajar dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat buruknya kualitas udara dan kabut asap, pemerintah kota kini memutuskan kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP.

Keputusan tersebut diambil setelah kondisi udara dinilai mulai membaik seiring turunnya hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan menjelaskan bahwa hasil rapat memutuskan kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka.

“Kesimpulan hasil rapat tadi, PTM (besok),” ujar Vico singkat, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan saat ini tengah menyiapkan surat edaran sebagai dasar pemberitahuan resmi kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Palangka Raya. “Sudah ada, lagi tanda tangan SE,” lanjutnya.

Dengan keputusan tersebut, aktivitas belajar siswa secara langsung di sekolah kembali dibuka setelah sebelumnya pemerintah menerapkan PJJ sebagai langkah perlindungan terhadap siswa di tengah kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap.

Namun, kembalinya PTM tidak serta-merta membuat sekolah mengabaikan faktor kesehatan. Kondisi udara tetap menjadi perhatian dan pelaksanaan kegiatan belajar di luar ruangan perlu disesuaikan dengan situasi.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya memberikan kewenangan kepada masing-masing madrasah untuk menentukan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan cuaca di wilayah sekolah.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Palangka Raya Supiani mengatakan, keputusan tersebut diserahkan kepada masing-masing madrasah karena kondisi cuaca dan kualitas udara di setiap wilayah tidak selalu sama.

“Untuk kegiatan belajar mengajar, kami serahkan ke masing-masing madrasah, karena setiap madrasah wilayahnya tidak sama kondisi cuaca,” kata Supiani.

Diketahui, salah satu satuan pendidikan di bawah Kemenag, MTsN 2 Kota Palangka Raya, telah mengatur kembali kegiatan pembelajaran secara tatap muka dengan sejumlah ketentuan kesehatan, Rabu (9/9/2026).

Dalam surat tersebut, pembelajaran tatap muka dilaksanakan Senin hingga Kamis mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB. Sementara pada Jumat, kegiatan belajar berlangsung pukul 07.30 hingga 09.45 WIB.

Pihak madrasah juga mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Sejumlah aktivitas yang berpotensi dilakukan di luar ruangan masih ditiadakan untuk sementara. Di antaranya upacara bendera, olahraga, senam bersama, serta kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan. Kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler tetap diperbolehkan apabila dilaksanakan di dalam ruangan. Selain itu, kegiatan tadarus, tahfiz, salat dhuha berjamaah, pentas seni, serta kerja bakti di luar ruangan juga untuk sementara ditiadakan.

Langkah tersebut menjadi bentuk kehati-hatian sekolah di tengah masa transisi dari kondisi udara buruk menuju situasi yang lebih baik. Para siswa juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperbanyak minum air putih. Jika terdapat warga madrasah yang mengalami gejala atau terindikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mereka diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat.

Surat pemberitahuan penyesuaian pembelajaran itu berlaku sejak tanggal ditetapkan, Selasa (8/9/2026). Apabila kondisi udara telah dinyatakan membaik dan aman, kegiatan pembelajaran serta aktivitas ekstrakurikuler di luar ruangan akan kembali dilaksanakan seperti biasa. nws/fwa-red

-
-
-