-
PENDIDIKAN

3 Bulan Belajar di Rumah. Akhirnya Kabut Asap Menghilang, Siswa Gembira Kembali ke Sekolah

52
×

3 Bulan Belajar di Rumah. Akhirnya Kabut Asap Menghilang, Siswa Gembira Kembali ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
SEKOLAH - Siswa Sekolah Dasar mulai aktif pembelajaran tatap muka setelah sebelumnya pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap karhutla yang melanda Wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (29/10) FOTO TABENGAN/YULIANUS
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Suasana sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali ramai setelah berbulan-bulan kegiatan belajar mengajar terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Kamis (29/10/2026), disambut antusias oleh para siswa yang akhirnya bisa kembali bertemu teman dan guru mereka secara langsung.

Kegembiraan tersebut terlihat di sejumlah sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Kehadiran siswa yang mencapai hampir 100 persen di beberapa sekolah menjadi gambaran tingginya semangat mereka untuk kembali belajar di ruang kelas setelah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala SDN 1 Bukit Tunggal, Hardani, mengatakan para siswa terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran di sekolah. Mereka tampak senang bisa kembali berkumpul dan berinteraksi langsung dengan teman-teman maupun guru setelah cukup lama belajar dari rumah.

“Alhamdulillah, tingkat kehadiran mencapai 98 persen,” katanya, Kamis (29/10/2026).

Meski kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara tatap muka, Hardani berharap kondisi udara di Palangka Raya terus membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat berjalan normal tanpa kembali terganggu kabut asap.

“Semoga cuaca kita tetap bersih dan sehat, dan asap tidak datang lagi, agar anak-anak didik kita tetap bisa bersekolah secara tatap muka serta terhindar dari segala macam penyakit,” harapnya.

Antusiasme serupa juga terlihat di SMPN 1 Palangka Raya. Kepala SMPN 1 Palangka Raya, Ria Heksarini, menyampaikan para siswa menunjukkan semangat tinggi saat kembali mengikuti PTM, meskipun pelaksanaannya masih terbatas.

Menurutnya, terdapat sejumlah penyesuaian dalam kegiatan belajar mengajar, terutama penerapan penggunaan masker dan pengurangan jam pembelajaran sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi kabut asap.

Kehadiran siswa pada hari pertama PTM tercatat hampir 90 persen. Sementara itu, sebagian siswa yang tidak masuk sekolah diketahui berhalangan karena sakit.

“Keterangan yang tidak hadir kebanyakan sakit,” bebernya.

Sementara itu, suasana bahagia kembali bersekolah juga dirasakan siswa SMP Al-Amin Palangka Raya. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Al-Amin, Rahmi Nur Fitriana, mengatakan siswa terlihat senang karena dapat kembali bertemu secara langsung dengan teman-teman dan guru mereka.

Menurutnya, suasana sekolah terasa lebih ramai dibandingkan saat pembelajaran berlangsung dari rumah. Keterbatasan interaksi selama PJJ membuat kesempatan untuk kembali belajar dan bercengkerama bersama di sekolah menjadi hal yang dinantikan para siswa.

Meski demikian, pihak sekolah masih menerapkan PTM terbatas pada Kamis dan Jumat sesuai dengan arahan Disdik. Jadwal pembelajaran juga belum sepenuhnya kembali seperti semula, dengan siswa mulai masuk pukul 07.30 WIB.

“Kami masih menyesuaikan kondisi kabut asap. Semoga udara segera membaik dan kegiatan belajar bisa kembali normal,” ujarnya.

Selain menyesuaikan kegiatan pembelajaran, lanjut Rahmi, pihak sekolah juga berupaya mengejar materi yang belum sepenuhnya dipahami siswa selama PJJ, terutama untuk mempersiapkan mereka menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS).

Materi yang telah diberikan selama pembelajaran jarak jauh akan ditinjau kembali agar siswa dapat memahami pelajaran dengan lebih baik sebelum menghadapi asesmen.

Kegembiraan kembali bersekolah tidak hanya dirasakan siswa dan guru, tetapi juga para orang tua. Mila, salah satu orang tua siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda-2 Palangka Raya, mengaku senang anaknya dapat kembali mengikuti pembelajaran secara langsung.

Ia menilai pembelajaran tatap muka memberikan manfaat bagi anak, sekaligus meringankan beban orang tua yang selama PJJ turut mendampingi proses belajar di rumah.

“Sebagai orang tua senang, anaknya juga senang, karena selama PJJ kemarin sebagai orang tua ada perasaan terbebani juga,” jelasnya.

Kembalinya siswa ke sekolah menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Palangka Raya setelah aktivitas belajar terganggu kabut asap. Namun, membaiknya kualitas udara tetap menjadi harapan utama agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung normal, kesehatan siswa terjaga, dan mereka bisa kembali menempuh pendidikan dengan nyaman. nws/fwa-red

 

-
-
-