-
Spirit Kalteng

Waspada, 1.425 Kasus ISPA di Bartim

163
×

Waspada, 1.425 Kasus ISPA di Bartim

Sebarkan artikel ini
Kabut Asap di Tamiyang Layang Bartim. inset Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung. FOTO ISTIMEWA
-

TAMIANG LAYANG/TABENGAN.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur (Bartim) meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga 14 September 2026, tercatat sebanyak 1.425 kasus ISPA yang dihimpun dari 11 Puskesmas selama periode 20 Agustus hingga 14 September 2026.

Data Dinas Kesehatan Bartim menunjukkan kasus ISPA masih terjadi secara fluktuatif di sejumlah wilayah. Puskesmas Tamiang Layang mencatat kasus tertinggi dengan 298 kasus, disusul Puskesmas Bambulung sebanyak 180 kasus dan Edison Jaar 139 kasus.

Selanjutnya, Telang Siong mencatat 136 kasus, Hayaping 113 kasus, Bentot 109 kasus, Dayu 106 kasus, Tamba 102 kasus, Pasar Panas 95 kasus, Ampah 92 kasus, dan Unsum 55 kasus.

Secara harian, jumlah kasus tertinggi tercatat pada 31 Agustus 2026 dengan 118 kasus. Setelah itu, jumlah kasus masih bergerak naik turun. Pada 14 September 2026, tercatat sebanyak 65 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim dr. Jimmi W.S. Hutagalung, melalui Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Mayerni meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Mayerni mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.

“Agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ibu hamil, bayi dan balita. Apabila perlu keluar, diharapkan menggunakan masker,” ujar Mayerni kepada wartawan melalui WhatsApp, Selasa (15/9/2026).

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk membantu menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.

Dinkes juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala ISPA. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan apabila mulai muncul keluhan, terlebih jika kondisi disertai sesak napas atau tanda kekurangan oksigen.

“Bila ada gejala ISPA, segera berobat. Bila terjadi sesak napas atau kekurangan oksigen, segera ke fasilitas kesehatan, karena di sana tersedia ruang oksigen,” katanya.

Menurut Mayerni, Dinas Kesehatan Bartim melakukan pemantauan perkembangan kasus secara rutin. Data ISPA dari 11 Puskesmas direkap dan dilaporkan setiap hari sebagai bahan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Bartim.

“Dinkes selalu setiap hari melaporkan data ISPA yang direkap dari 11 Puskesmas,” jelasnya.

Pemantauan harian tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus sekaligus mempercepat deteksi apabila terjadi perubahan signifikan di lapangan.

Dinas Kesehatan kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan PHBS, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala ISPA.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada ibu hamil, bayi, dan balita karena kelompok tersebut diimbau mendapat perlindungan lebih dari gangguan saluran pernapasan. pea/rca-red

 

 

-
-
-