PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data infografis harian per Kamis (5/11/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 1.968 hotspot (titik panas) yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalteng.
Kepala BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengungkapkan, meski jumlah titik panas terpantau cukup tinggi dan tersebar di sebagian besar wilayah, upaya penanganan dan mitigasi di lapangan terus digencarkan secara kolaboratif demi menekan dampak luas karhutla.
“Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah saat ini mencatatkan total 1.968 titik hotspot. Kami tidak bekerja sendiri, penanganan ini melibatkan personel gabungan secara masif serta dukungan sarana dan prasarana yang optimal di lapangan,” ujar Ahmad Toyib, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan data rekapitulasi harian, sebaran hotspot di seluruh kabupaten/kota tercatat bervariasi. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur mencatatkan jumlah tertinggi yakni 1.055 titik, disusul Kapuas dengan 337 titik, Pulang Pisau 267 titik, Katingan 142 titik, Seruyan 51 titik, Kotawaringin Barat 35 titik, dan Barito Selatan 35 titik.
Selanjutnya, sebaran juga terpantau di Barito Timur sebanyak 22 titik, Palangka Raya 21 titik, Sukamara 20 titik, Gunung Mas 11 titik, Barito Utara 11 titik, Murung Raya 11 titik, serta Lamandau yang tercatat nihil atau 0 titik.
Dari total keseluruhan kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar di wilayah Kalteng tercatat mencapai 10,67 hektare. Sementara itu, kekuatan personel gabungan yang dikerahkan dalam satgas penanggulangan karhutla mencapai 16.478 personel.
Ahmad Toyib juga memaparkan langkah penegakan hukum dan operasi udara turut menjadi pilar penting dalam penanganan karhutla tahun ini. Tercatat ada 13 kejadian karhutla dengan 57 kasus penegakan hukum yang telah diproses. Selain itu, operasi udara didukung oleh 8 unit helikopter serta 9 unit pesawat OMC/patroli.
Dalam arahannya, ia terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan serta bersama-sama mengawal misi besar pemerintah daerah.
“Mari terus kita jaga bersama lingkungan kita dan wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap 2026. Peran serta masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar sangat krusial demi keselamatan dan kesehatan bersama,” tegas Ahmad Toyib.
Hujan Bantu Padamkan Karhutla
Hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya pada Kamis (5/11/2026) malam, memberikan dampak positif terhadap penanganan karhutla. Sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran, termasuk di kawasan Jalan Matal dan Jalan Surung, kini dilaporkan mulai aman.
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga Jumat (6/11/2026), masih terdeteksi satu titik panas atau hotspot di wilayah Jalan Habaring Hurung.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengatakan, berdasarkan pemantauan melalui dashboard karhutla, sebelumnya terdapat dua titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kelurahan Petuk Bukit dan Jalan Habaring Hurung. Namun, dari pemantauan terbaru, jumlah tersebut berkurang menjadi satu titik.
Meski demikian, Balap menyebutkan, pihaknya juga menerima informasi adanya kejadian di kawasan Jalan Merdeka. Selain itu, patroli personel Satgas Karhutla masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Bahkan, dari hasil pemantauan tim, masih ditemukan sejumlah titik asap di beberapa kawasan, di antaranya Jalan Hiu Putih Ujung, Jalan Sinar Kahayan, Buluh Merindu dan Jalan G Obos Ujung.
“Tadi ada laporan dari tim mengenai beberapa lokasi yang masih ditemukan titik asap, meskipun belum terdeteksi sebagai titik api,” jelasnya.
Menurutnya, hujan yang turun pada Kamis malam sangat membantu proses penanganan karhutla, terutama di sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran cukup besar.
Salah satunya di kawasan Jalan Surung yang selama ini menjadi salah satu lokasi cukup sulit ditangani karena berada di seberang Sungai Sebangau.
Namun, setelah diguyur hujan, kondisi kebakaran di lokasi tersebut dinyatakan aman. Berdasarkan hasil pengecekan petugas, saat ini sudah tidak ditemukan titik api, meskipun masih terlihat kepulan asap di sekitar lokasi.
“Untuk kejadian di Jalan Surung, sebelumnya memang cukup sulit kami tangani karena lokasinya berada di seberang Sungai Sebangau. Namun, setelah hujan turun tadi malam, berdasarkan pengecekan hingga saat ini kondisinya sudah aman. Walaupun masih terlihat asap di lokasi, titik apinya sudah tidak ada,” tuturnya.
Kendati sejumlah lokasi diguyur hujan, BPBD bersama personel Satgas Karhutla tetap melanjutkan patroli dan pemantauan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang masih ditemukan kepulan asap. ldw/dte/ded/fwa-red











