PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Hujan yang mengguyur hampir merata di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (5/11/2026), dinilai memberikan dampak positif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dalam membantu membasahi lahan terdampak serta memulihkan kualitas udara akibat kabut asap.
Turunnya hujan tersebut merupakan hasil sinergi antara dinamika atmosfer dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kedua faktor ini berperan dalam mendukung terbentuknya hujan, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak karhutla.
Prakirawan Tjilik Riwut Kelas I Palangka Raya, Renianata, mengatakan, OMC tidak dapat menciptakan hujan apabila kondisi atmosfer tidak memiliki awan potensial. Operasi tersebut membutuhkan dukungan dinamika atmosfer berupa pasokan uap air dan pertumbuhan awan.
“Ketika dinamika atmosfer menyediakan pasokan uap air dan bibit awan potensial, penyemaian awan atau cloud seeding dilakukan untuk menambah dan mempercepat proses mikrofisika awan, yakni kondensasi dan koalesensi butir air. Dengan demikian, presipitasi dapat turun lebih optimal dan segera membasahi area yang terdampak kabut asap akibat karhutla,” katanya kepada Tabengan, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, hujan yang turun di wilayah terdampak karhutla menjadi salah satu faktor positif dalam proses pemulihan kualitas udara. Meski demikian, efektivitas hujan dalam membantu mengurangi dampak karhutla sangat bergantung pada sejumlah faktor.
Di antaranya intensitas dan durasi hujan, distribusi spasial curah hujan, serta kondisi atmosfer di wilayah tersebut.
“Pantauan kami, hujan sangat membantu sekali. Turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla merupakan faktor positif dalam proses pemulihan kualitas udara. Namun, efektivitasnya sangat ditentukan oleh intensitas dan durasi hujan, distribusi spasial curah hujan, serta kondisi atmosfer,” ungkapnya.
Selain itu, berdasarkan pemantauan BMKG pada Jumat (6/11/2026) pukul 00.00 hingga 13.00 WIB, masih terdeteksi sebanyak 123 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) di wilayah Kalteng.
Sebaran titik panas tersebut terpantau berada di sejumlah wilayah. Konsentrasi terbanyak terlihat mengelompok di bagian tengah hingga timur Kalteng. Sementara beberapa titik lainnya terpantau tersebar secara terpisah, termasuk di wilayah selatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun hujan telah mengguyur sebagian besar wilayah Kalteng dan membantu membasahi lahan, potensi munculnya titik panas masih perlu diwaspadai.
“Untuk titik panas, pantauan hari ini terdapat 123 titik hotspot medium confience,” pungkasnya. dte/fwa-red











