-
Spirit Kalteng

Sungai Kahayan Kering, Air Bersih Palangka Raya Masih Aman

165
×

Sungai Kahayan Kering, Air Bersih Palangka Raya Masih Aman

Sebarkan artikel ini
AMAN-Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya Budi Harjono dan penyaluran air bersih ke masyarakat terdampak karhutla. INSET Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya, Budi Harjono. FOTO PERUMDAM KOTA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan air bersih di tengah musim kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mendapat kepastian. Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya memastikan kondisi sumber air baku hingga saat ini masih aman, meski kualitas air mengalami penurunan akibat meningkatnya tingkat kekeruhan.

Direktur Perumdam Tirta Bahalap Kota Palangka Raya, Budi Harjono, mengatakan permukaan air di sumber utama pengambilan air baku masih berada pada kondisi yang memungkinkan pompa beroperasi secara normal.

Untuk unit pelayanan utama yang mengambil air baku dari Sungai Kahayan, ketinggian permukaan air saat ini masih berada di kisaran lima meter. Kondisi tersebut dinilai masih cukup aman untuk mendukung proses pengolahan dan distribusi air kepada masyarakat.

“Untuk tinggi permukaan air Sungai Kahayan masih di kisaran lima meter, jadi pompa kami masih aman. Untuk mendistribusikan air baku menuju pengolahan di water treatment plant masih aman sementara ini,” ujar Budi, Kamis (17/9/2026).

Meski volume air baku masih mencukupi, persoalan lain mulai muncul dari sisi kualitas. Budi menjelaskan tingkat kekeruhan air mengalami peningkatan seiring kondisi musim kemarau dan perubahan kualitas sumber air.

Namun, kondisi tersebut belum mengganggu pelayanan. Perumdam Tirta Bahalap melakukan penyesuaian dalam proses pengolahan, agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi kebutuhan pelayanan.

Budi menyebut langkah teknis tersebut memang berdampak terhadap biaya produksi. Pasalnya, penurunan kualitas air baku membuat kebutuhan bahan dalam proses pengolahan ikut meningkat.

“Secara teknis masih bisa diatasi, tidak ada masalah. Hanya mungkin dari sisi biaya produksi saja yang agak meningkat karena kualitas air baku yang menurun,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, Perumdam Tirta Bahalap juga turut mendukung penanganan karhutla dan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sejak sekitar awal Juli hingga 17 September 2026, air bersih yang telah disalurkan bagi masyarakat terdampak kekeringan mencapai sekitar 710 ribu liter. Bantuan tersebut diberikan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air, di antaranya Petuk Ketimpun, Kalampangan, dan Bereng Bengkel.

Selain itu, untuk mendukung penanganan karhutla, Perumdam juga telah menyalurkan sekitar 1,62 juta liter air baku yang digunakan dalam upaya pemadaman.

“Yang untuk karhutla kurang lebih 1.620.000 liter. Itu berupa air baku, bukan air bersih. Kemudian untuk air bersihnya 710.000 liter bagi masyarakat terdampak kekeringan,” jelas Budi.

Terkait keluhan sebagian warga mengenai debit air yang mengecil di rumah, Budi memastikan kondisi tersebut tidak terjadi secara menyeluruh di Kota Palangka Raya. Keluhan lebih banyak muncul di titik-titik tertentu.

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya pengambilan air melalui titik-titik hydrant untuk mendukung pemadaman karhutla. Pengambilan air secara terus-menerus pada siang hari dapat memengaruhi tekanan air di sejumlah kawasan.

Menurutnya, tekanan biasanya kembali normal pada malam hari ketika aktivitas pengambilan air melalui hydrant berkurang.

“Tidak ada kendala secara keseluruhan. Hanya kemarin memang ada di beberapa titik tertentu karena proses pengambilan air bersih dari hydrant di titik-titik tertentu untuk pemadaman yang dilakukan terus-menerus akhirnya berpengaruh terhadap tekanan di masyarakat,” ungkapnya.

Selain faktor tersebut, Perumdam juga menemukan indikasi kebocoran pada jaringan distribusi di beberapa wilayah. Tim distribusi telah melakukan penelusuran dan perbaikan terhadap jaringan yang mengalami gangguan.

Salah satunya berada di kawasan menuju Jalan Thamrin dan wilayah lainnya yang terdampak pekerjaan perbaikan drainase. Perbaikan jaringan tersebut dilakukan agar tekanan dan distribusi air kembali normal.

Untuk menghadapi kemungkinan kemarau yang berlangsung lebih panjang, Perumdam Tirta Bahalap juga mulai menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber air alternatif di Tumbang Rungan apabila permukaan air Sungai Kahayan nantinya mengalami penurunan signifikan.

Budi mengatakan, untuk sementara masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ketersediaan air bersih. Perumdam masih mampu menjaga produksi dan distribusi dengan kondisi sumber air baku yang ada saat ini.

“Kepada masyarakat tidak perlu risau. Sementara ini masih aman,” tegasnya.

Meski demikian, kondisi sumber air akan terus dipantau. Terlebih jika musim kemarau berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, penurunan muka air sungai berpotensi memengaruhi proses pengambilan air baku.

Di sisi lain, dukungan terhadap masyarakat terdampak kekeringan masih terus dilakukan bersama sejumlah pihak. Penyaluran air menggunakan armada tangki dilakukan oleh instansi terkait, termasuk pemerintah provinsi dan balai kementerian, mengingat armada tangki milik Perumdam saat ini masih terbatas.

Kondisi tersebut membuat Perumdam lebih banyak berperan dalam penyediaan air, sementara distribusinya kepada masyarakat terdampak turut didukung pihak lain.

Dengan sumber air yang masih relatif aman dan langkah antisipasi yang terus disiapkan, Perumdam Tirta Bahalap memastikan pelayanan air bersih di Kota Palangka Raya tetap berjalan di tengah tekanan musim kemarau dan penanganan karhutla. nws/fwa-red

 

-
-
-