PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus menunjukkan tingginya tingkat kerawanan sepanjang musim kemarau 2026. Hingga akhir September, ratusan kejadian karhutla tercatat terjadi di berbagai wilayah dengan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 1.300 hektare.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 699 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.343,20 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di lima kecamatan.
Wilayah dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, yakni mencapai 436 kejadian. Selanjutnya Pahandut sebanyak 60 kejadian, Sebangau 144 kejadian, Bukit Batu 55 kejadian, dan Rakumpit sebanyak 4 kejadian.
Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan, berdasarkan rekapitulasi penanganan karhutla sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 28 September 2026, tercatat 687 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 1.330,80 hektare.
“Dari penetapan status Siaga Darurat Karhutla tanggal 1 Juni 2026 sampai dengan 28 September 2026 telah terjadi 687 kejadian karhutla dan 1.330,80 hektare hutan dan lahan yang terbakar,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Besarnya luasan lahan yang terbakar menunjukkan karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan. Kondisi tersebut juga menggambarkan bahwa ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Palangka Raya.nws/fwa-red











