-
Spirit Kalteng

Lahan Terbakar di P.Raya Capai 1.407 Hektare dan 832 kejadian, OJK Salurkan Bantuan Kemanusiaan

192
×

Lahan Terbakar di P.Raya Capai 1.407 Hektare dan 832 kejadian, OJK Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
FOTO : OJK Kalimantan Tengah saat salurkan bantuan kemanusiaan di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat (9/10).FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya tidak hanya menyisakan lahan yang terbakar, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Sejak 1 Juni hingga 8 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat luas lahan terbakar mencapai 1.407,75 hektare dari 832 kejadian.

 

Diketahui berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 502 kasus. Berikutnya, Kecamatan Sebangau mencatat 173 kejadian, Bukit Batu 78 kejadian, Pahandut 74 kejadian, dan Rakumpit lima kejadian.

 

Besarnya jumlah kejadian dan luas lahan yang terbakar menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak. Selain pemadaman, upaya perlindungan kesehatan petugas dan masyarakat serta penyediaan sumber air juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana tersebut.

 

Di tengah upaya penanganan bencana tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung petugas di lapangan dan masyarakat terdampak, bantuan tersebut diserahkan di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat (9/10). 

 

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palangka Raya beserta jajaran dan para relawan yang telah bekerja keras menangani karhutla.

 

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, OJK, serta para pelaku industri jasa keuangan yang turut berkontribusi dalam penanganan bencana.

 

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sektor jasa keuangan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

 

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 200 paket masker respirator, sembako, vitamin, serta tiga tabung oksigen untuk mendukung kebutuhan BPBD Kota Palangka Raya.

 

Sementara itu, untuk masyarakat terdampak, OJK menyasar Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Kameloh Baru, bantuan yang diterima dua wilayah tersebut mencakup pembangunan dua titik sumur bor beserta instalasinya, 10 paket masker respirator, sembako, vitamin, serta satu tabung oksigen.

 

Primandanu berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan para petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.

 

Ia mengakui bantuan yang diberikan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan di lapangan. Namun, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petugas maupun masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung.

 

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), BMPD, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan tersebut.

 

Fairid menegaskan, penanganan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kerja sama dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.

 

“Kepedulian seperti ini memiliki arti yang sangat penting. Sebab, dalam menghadapi bencana, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” katanya.

 

Menurutnya, dampak karhutla tidak terbatas pada munculnya titik api dan kerusakan lahan. Bencana tersebut juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terganggunya kegiatan belajar mengajar, hambatan transportasi, hingga aktivitas ekonomi.

 

Karena itu, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat mendukung perlindungan petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

 

Fairid juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas dan relawan yang telah bekerja di lapangan dalam menghadapi karhutla.

 

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal serta memperkuat semangat gotong royong dalam penanganan bencana di Kota Palangka Raya.

 

Kolaborasi antara pemerintah, sektor jasa keuangan, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sehingga upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif dan aktivitas masyarakat kembali normal. nws/fwa-red

-
-
-