-
Spirit Kalteng

5.740 Liter Air Diguyurkan Dari Udara Padamkan Karhutla Kobar 

179
×

5.740 Liter Air Diguyurkan Dari Udara Padamkan Karhutla Kobar 

Sebarkan artikel ini
Robbi Amri perwakilan BNPB untuk wilayah Kalimantan Tengah saat menyampaikan laporan kegiatan Water Bombing dan OMC untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin. foto istimewa 
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa keras untuk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kotawaringin Barat, terhitung sejak tanggal 19 September, 5.740 Liter air telah di guyurkan dari udara melalui metode Water Bombing ke titik api.

Hal tersebut disampaikan oleh M. Robbi Amri perwakilan BNPB untuk wilayah Kalimantan Tengah, pada acara rapat koordinasi lintas sektor penanggulangan bencana karhutla wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (8/10/2026)

“Sejak tanggal 19 September, telah diaktifkan Pos Operasi Udara untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat berada di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, operasi udara melalui metode Water Bombing ini untuk membantu tim Satgas Karhutla Kobar yang berjibaku di darat,” ujar Robbi Amri.

Dimana menurutnya, helikopter Water Bombing yang di Operasikan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat ini memiliki kemampuan mengangkut air sebanyak 400 liter, akan tetapi untuk menjalankan misi operasi udara Water Bombing terkendala dengan kabut asap yang menghambat Visibility.

Selain water bombing, BNPB juga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan satu unit pesawat Cessna yang ditempatkan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun.

Pesawat tersebut akan diterbangkan ketika terdapat peluang terbentuknya awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian menggunakan garam dengan harapan dapat memicu hujan.

“Setiap ada peluang awan di langit, pesawat akan terbang untuk menebar garam dengan harapan menghasilkan hujan,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Robbi juga mengapresiasi penanganan karhutla yang dilakukan Satgas Kobar. Berdasarkan pantauan selama berada di wilayah tersebut, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan instansi terkait dinilai terus berjalan. Hal itu terlihat dari konsistennya pengerahan personel untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

“Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan instansi terkait cukup baik. Ini terlihat dari terus diturunkannya personel untuk membantu penanganan karhutla. Sinergitas ini supaya terus dijaga,” tegasnya.

Meski demikian, Robbi mengingatkan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman. Aspek kajian risiko, tata kelola risiko dan identifikasi risiko juga perlu terus diperkuat sebagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.

Ia juga mendorong seluruh pihak untuk memperkuat konsep pentahelix dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media dalam penanganan karhutla.

“Kajian risiko, tata kelola risiko dan identifikasi risiko perlu ditingkatkan. Pentahelix juga perlu dirangkul,” katanya.

Robbi menambahkan, seluruh pihak juga harus mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan musim. Setelah musim kemarau berakhir, Kalteng akan memasuki musim hujan yang juga membutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana lainnya.

Ia berharap rakor lintas sektor yang digelar Pemkab Kobar dapat menghasilkan langkah konkret dan memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam penanganan karhutla. (yulia /jsi-red)

 

 

 

-
-
-