-
DPRD PROV. KALTENG

Kritik Wacana Penggajian ASN Lewat Kopdes-Purdiono: Terlalu Banyak Rencana, Jangan Buat Masalah Baru

425
×

Kritik Wacana Penggajian ASN Lewat Kopdes-Purdiono: Terlalu Banyak Rencana, Jangan Buat Masalah Baru

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, mengkritik rencana pemerintah pusat mengalihkan skema penyaluran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Ia menilai pemerintah seharusnya fokus menjalankan program yang sudah ada daripada melontarkan wacana baru yang berpotensi menimbulkan persoalan.

“Saya justru mengkritik pemerintah. Pertama, kementerian jangan terlalu banyak berwacana. Kita kan sistem sudah ada. Kalau itu kurang, kita benahi, bukan kita ubah. Ini kan jadi masalah baru lagi,” tegas Purdiono, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, Kopdes Merah Putih perlu membuktikan kinerja dan kemampuannya terlebih dahulu sebelum diberi tanggung jawab yang lebih besar. Sebab, koperasi memiliki filosofi usaha bersama yang semestinya dibangun atas inisiatif masyarakat dengan visi yang sama untuk memberikan manfaat bagi anggota dan menggerakkan perekonomian.

“Koperasi itu kan usaha bersama, semestinya didirikan oleh masyarakat yang satu visi, anggota mendapat manfaat yang sama. Tentu saja untuk berputarnya roda perekonomian masyarakat. Nah, hal tersebut kan butuh proses,” ujarnya.

Purdiono juga menilai koperasi harus siap menghadapi persaingan dengan lembaga keuangan dan usaha jasa lainnya. Ia justru mendorong adanya peluang kerja sama antara koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sembari menekankan pentingnya pembenahan pengelolaan BUMD agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Terkait rencana realisasi penggajian ASN melalui Kopdes Merah Putih pada 2026, Purdiono kembali mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru.

“Lebih baik jangan terlalu banyak berwacana. Silakan saja Kopdes itu jalan dulu. Jalan saja belum, wacananya sudah terlalu jauh,” katanya.

Purdiono menegaskan, dirinya mendukung pengembangan koperasi, tetapi pelaksanaannya harus jelas dan terukur. Ia berharap Kopdes Merah Putih benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, bukan hanya menjadi program yang memiliki perencanaan bagus tanpa realisasi nyata.

“Kita mendukung koperasi itu ada, tapi jangan terlalu jauh. Kalau hanya berwacana, lalu seperti apa akhirnya nanti?” pungkasnya. jef/ded-red

 

-
-
-