-
DPRD PALANGKA RAYA

Kasus Perundungan Anak, Arif Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

54
×

Kasus Perundungan Anak, Arif Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Arif M Norkim. FOTO ISTIMEWA 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Viral di media sosial video aksi perundungan yang dilakukan sekelompok anak terhadap seorang temannya menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dan budi pekerti tidak cukup hanya diberikan di sekolah, tetapi harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga

Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Arif M Norkim, menilai kasus perundungan yang melibatkan anak-anak tidak seharusnya hanya dipandang sebagai persoalan kenakalan atau perilaku dalam pergaulan. Lebih dari itu, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama mengenai pentingnya peran orang tua dalam membentuk sikap dan kepribadian anak.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar memahami nilai-nilai kehidupan, menghormati orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi perhatian bersama antara orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar.

“Itulah pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti yang tidak hanya diberikan oleh pihak guru di sekolah, tapi diterapkan juga oleh orang tua kepada anaknya di rumah,” jelas Arif, Minggu (17/10/2026).

Ia menegaskan, pembentukan karakter anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru. Meskipun sekolah memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan membimbing peserta didik, orang tua tetap memegang peranan penting dalam mengawasi perkembangan perilaku anak, termasuk ketika berada di luar lingkungan sekolah.

Arif menilai, orang tua perlu lebih aktif mengetahui aktivitas sehari-hari anak, lingkungan pergaulan, serta cara mereka berinteraksi dengan teman sebaya. Pendampingan tersebut penting agar orang tua dapat mengenali perubahan perilaku anak sekaligus memberikan pemahaman ketika muncul sikap yang berpotensi merugikan orang lain.

Ia turut menyinggung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya diterapkan. Ia menilai, kondisi tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan orang tua untuk meningkatkan keterlibatan dalam pendidikan dan pembentukan karakter anak di rumah.

Selama anak lebih banyak menjalani aktivitas belajar dari rumah, orang tua memiliki kesempatan untuk mendampingi proses belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya PJJ selama ini sebenarnya kesempatan dan peluang emas agar orang tua bisa maksimal mendampingi serta mengedukasi anak-anak di rumah,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi orang tua untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan anak, meskipun kegiatan pembelajaran sudah kembali berlangsung di sekolah. nws/fwa-red

 

-
-
-