-
Spirit Kalteng

Puing Diduga Sampah Antariksa Kembali Ditemukan di Kotim

34
×

Puing Diduga Sampah Antariksa Kembali Ditemukan di Kotim

Sebarkan artikel ini
-
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Puing yang diduga merupakan bagian dari sampah antariksa kembali ditemukan di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (20/10). Benda tersebut ditemukan di Blok H27, Dusun Rongkang, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Puing itu ditemukan pekerja kebun sekitar pukul 08.40 WIB saat hendak memulai aktivitas. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak 10 hingga 13 kilometer dari titik penemuan puing sehari sebelumnya di kawasan perusahaan yang sama.
Berdasarkan informasi yang beredar melalui siaran langsung akun TikTok Colocasia, benda yang ditemukan kali ini berukuran lebih besar dibandingkan puing sebelumnya. Bentuknya bulat dengan diameter diperkirakan mencapai tiga hingga empat meter dan seperti kubah.
“Ditemukan oleh pekerja saat hendak bekerja. Bentuknya bulat dengan diameter kisaran tiga sampai empat meter,” ujar pemilik akun tersebut dalam siaran langsungnya.
Warga dilaporkan tidak berani menyentuh benda itu karena khawatir masih mengandung zat berbahaya. Petugas juga telah memasang garis polisi untuk membatasi akses ke sekitar lokasi penemuan.
Temuan terbaru ini terjadi sehari setelah benda logam yang diduga merupakan bagian dari roket pembawa satelit China, Zhuque 2E, ditemukan di kawasan perkebunan PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 26, Kotim, Senin (19/10).
Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), puing pertama diidentifikasi sebagai bagian dari roket Zhuque 2E yang jatuh pada Minggu (18/10).
BRIN juga menyampaikan bahwa serpihan tersebut tidak mengandung bahan beracun.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah puing yang ditemukan pada Selasa tersebut berasal dari roket yang sama. Identitas dan asal-usul benda itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tidak mendekati ataupun menyentuh benda tersebut sampai ada keterangan resmi dari petugas terkait. (May/jsi-red)
-
-
-