-
Hukrim

Kabut Asap Pekat, Dua Nyawa Melayang Dalam Dua Hari

58
×

Kabut Asap Pekat, Dua Nyawa Melayang Dalam Dua Hari

Sebarkan artikel ini
Dua pengendara Motor yang meninggal dunia. Foto istimewa
-

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Kabut asap tebal yang menyelimuti Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Dalam dua hari berturut-turut, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Sampit dan dilaporkan merenggut dua nyawa.

Kecelakaan pertama terjadi pada Kamis (22/10), ketika sebuah minibus Toyota Rush menabrak Bundaran 0 Kilometer Sampit. Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sehari kemudian, Jumat (23/10), kecelakaan kembali terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 10, Sampit. Insiden tersebut melibatkan sepeda motor dan truk bak terbuka. Dua pria yang merupakan pengendara sepeda motor dan penumpangnya dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dialami.

Rentetan kecelakaan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sejumlah ruas jalan terbatas. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas saat asap semakin pekat.

Hardi, salah seorang warga yang berprofesi sebagai sopir truk, mengakui kondisi jalan dengan jarak pandang terbatas sangat membahayakan pengguna jalan.

“Saya sebagai sopir truk, memang kondisi seperti ini sangat bahaya, apalagi kendaraan di depan itu tidak terlihat. Kecelakaan pagi ini salah satu yang nyata sangat berbahaya di jalan raya,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan di depan sulit terlihat ketika kabut asap menebal. Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati untuk menghindari potensi tabrakan.

Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila jarak pandang sudah terlalu terbatas.

Jika kondisi tidak memungkinkan, pengendara sebaiknya menepi dan berhenti di lokasi yang aman, jauh dari jalur lalu lintas, hingga jarak pandang kembali membaik.

Selain meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, kondisi kabut asap juga menjadi pengingat pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak pada aktivitas dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, kedua peristiwa kecelakaan tersebut telah ditangani Satlantas Polres Kotim. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga telah diamankan untuk kepentingan proses lebih lanjut.(May/jsi-red)

 

-
-
-