-
Spirit Kalteng

Kapolda Kalteng Datangi TNTP -Berikan Motivasi dan Gelar Rapat Analisa  Penanganan Karhutla di TNTP 

50
×

Kapolda Kalteng Datangi TNTP -Berikan Motivasi dan Gelar Rapat Analisa  Penanganan Karhutla di TNTP 

Sebarkan artikel ini
Ket foto : Kunjungan Kapolda Kalteng ke Posko Penanggulangan Karhutla Polres Kobar di Taman Nasional Tanjung Puting. foto istimewa
-
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Rabu (29/10/2026) sore mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, dalam kunjungannya tersebut untuk memberikan motivasi kepada Personil yang tengah bertugas melaksanakan penanganan kebakaran di hutan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kapolda Kalteng melakukan kunjungan langsung ke Posko Penanggulangan Karhutla Polres Kobar yang berada di Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai
Kunjungan strategis ini dilakukan untuk memastikan kesiapan total seluruh elemen pengamanan di wilayah yang menjadi penyangga penting kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) tersebut.
Dalam peninjauan ini, Kapolda memeriksa beberapa fasilitas krusial dan berinteraksi langsung dengan para petugas di lapangan.
“Jadi hari ini kami bersama rombongan dari Polda Kalteng melakukan peninjauan dan pengecekan alat yang digunakan untuk melakukan pemadaman serta sarana pendukung lainnya untuk memastikan tidak ada kendala teknis saat tim gabungan harus melakukan pemadaman di area gambut yang sulit,” ujar Kapolda.
Selain itu juga, Kapolda memimpin langsung rapat analisa dan evaluasi (Anev) komprehensif terkait perkembangan situasi dan strategi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng serta Satgas Karhutla gabungan ini bertujuan memetakan hambatan di lapangan sekaligus memperkuat sinergi taktis dalam melindungi habitat asli orangutan tersebut dari sebaran titik api.
Kapolda Kalteng menegaskan bahwa penyelamatan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan prioritas utama mengingat statusnya sebagai salah satu cagar biosfer dunia yang krusial.
Pemadaman di kawasan ini memerlukan penanganan khusus karena karakteristik lahan gambut dalam yang rentan menyimpan bara di bawah permukaan.
“Evaluasi hari ini berfokus pada penguatan personel darat, efisiensi dropping air, serta percepatan pembuatan sumur bor dan sekat bakar di beberapa zona prioritas seperti Pesalat, Teluk Pulai, dan Sungai Buluh,” ujar Kapolda.
Kapolda juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para personel Satbrimob gabungan, Polres Kobar, TNI, BPBD, serta tim gabungan dan relawan yang terus berjibaku di lapangan.
“Tim gabungan kerap menembus medan yang sangat sulit, mendayung hingga mendorong perahu melewati kanal yang surut, hingga berjalan kaki berkilo-kilometer demi mencapai titik api terisolasi,” ujarnya.
Tantangan utama yang dihadapi oleh tim di lapangan saat ini lanjut Kapolda, adalah terbatasnya pasokan air akibat musim kemarau dan pekatnya kabut asap yang terkadang mengganggu jarak pandang operasi pemadaman udara.
Guna mengatasi hal tersebut, hasil Anev menetapkan percepatan langkah taktis berupa mobilisasi drone termal secara intensif guna mendeteksi koordinat titik api secara presisi di zona inti.
Menutup jalannya Anev, Irjen Pol Iwan Kurniawan mengingatkan seluruh jajaran untuk memperketat patroli pencegahan serta melakukan penegakan hukum yang tegas tanpa tebang pilih bagi siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja di sekitar kawasan lindung.
“Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan api benar-benar padam hingga tuntas sampai tahap pendinginan,” tutup Kapolda. (yulia /jsi-red)
-
-
-