-
Hukrim

Meski Hujan, Api Karhutla Masih Membara di Kobar

60
×

Meski Hujan, Api Karhutla Masih Membara di Kobar

Sebarkan artikel ini
TINJAU-Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau lokasi karhutla di TN Tanjung Puting. FOTO HMS POLDA KALTENG
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi perhatian serius Polda Kalimantan Tengah (Kalteng). Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah, ancaman kebakaran susulan akibat bara api yang masih tersimpan di bawah lahan gambut belum sepenuhnya hilang.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Camp Tanjung Harapan, Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai, Rabu (28/10/2026) malam. Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kalteng dan Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, Kapolda memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal.

Setibanya di lokasi, Irjen Iwan langsung mengecek posko penanggulangan karhutla yang menjadi pusat komando petugas. Kesiapan personel, logistik hingga sarana dan prasarana pemadaman turut diperiksa guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan tersedia.

Kapolda juga menerima paparan Dansat Brimob Polda Kalteng terkait kondisi terkini kawasan terdampak, mulai dari luasan lahan yang terbakar, sebaran titik api hingga perkembangan proses pemadaman dan pendinginan di kawasan gambut.

Iwan menegaskan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi kesiapan personel dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Terlebih, kebakaran di kawasan taman nasional berpotensi mengancam habitat satwa yang dilindungi.

“Kami ingin memastikan kondisi terkini di Camp Tanjung Harapan, serta mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman di lokasi. Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional menjadi atensi khusus karena menyangkut habitat satwa yang dilindungi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar tidak lengah meski hujan mulai turun. Bara api yang masih tertanam di bawah lapisan gambut berpotensi kembali menyala dan memicu kebakaran susulan jika tidak dilakukan pemantauan serta pendinginan secara menyeluruh. uli/fwa-red

-
-
-