-
Spirit Kalteng

HUJAN REDAKAN KARHUTLA DAN ASAP-Kalteng Tersisa 235 Hotspot

116
×

HUJAN REDAKAN KARHUTLA DAN ASAP-Kalteng Tersisa 235 Hotspot

Sebarkan artikel ini
Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan perkembangan yang relatif membaik setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut membantu mengurangi asap pekat yang sebelumnya menyelimuti sejumlah kawasan serta menekan kemunculan titik panas atau hotspot.

Meski demikian, berdasarkan data perkembangan karhutla yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng, Senin (2/11/2026), masih terdeteksi sebanyak 235 titik hotspot di wilayah Kalteng. Selain itu, tercatat 12 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 14,71 hektare.

Sebaran titik panas masih terpantau di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 71 titik, disusul Kabupaten Seruyan sebanyak 43 titik. Selanjutnya, Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas masing-masing terpantau 34 dan 26 titik hotspot. Kabupaten Kotawaringin Barat juga mencatat 26 titik panas.

Sementara itu, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara masing-masing terpantau 12 titik hotspot. Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat tujuh titik, sedangkan Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya masing-masing terpantau dua titik panas. Adapun Kabupaten Barito Utara, Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Timur dalam infografis tersebut tercatat nihil titik hotspot.

Dari sisi kejadian karhutla, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat jumlah tertinggi dengan tiga kejadian. Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Kapuas masing-masing mencatat dua kejadian. Selanjutnya, Kabupaten Seruyan, Lamandau, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya masing-masing mencatat satu kejadian. Kabupaten Barito Utara juga mencatat satu kejadian karhutla meskipun tidak terdeteksi titik hotspot dalam data tersebut.

Berdasarkan luas lahan terbakar, Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan luasan terbesar mencapai 7,90 hektare. Kemudian Kabupaten Seruyan dan Kota Palangka Raya masing-masing mencapai dua hektare. Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 1,50 hektare, disusul Kabupaten Barito Utara seluas 1,03 hektare. Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai 0,25 hektare, sedangkan Kabupaten Lamandau tercatat 0,03 hektare.

Adapun Kabupaten Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Timur dalam data luas lahan terbakar tercatat 0,00 hektare.

Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, turunnya hujan selama beberapa hari terakhir memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan, terutama dalam mengurangi asap pekat dan membantu menekan potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kondisi tersebut patut disyukuri karena hujan dapat membantu membasahi vegetasi dan lahan yang sebelumnya kering sehingga potensi munculnya titik api dapat berkurang. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena masih terdapat ratusan titik hotspot yang terpantau di wilayah Kalteng.

“Turunnya hujan selama beberapa hari terakhir tentu memberikan dampak positif terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Tengah. Asap pekat yang sebelumnya dirasakan masyarakat mulai berkurang dan titik panas juga menunjukkan penurunan. Namun, kita tidak boleh menganggap kondisi ini sudah sepenuhnya aman. Kewaspadaan dan upaya pencegahan harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Ahmad Toyib juga mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam melakukan pemantauan dan penanganan karhutla.

Selain itu, masyarakat diharapkan terus menjaga lingkungan dan memanfaatkan kondisi cuaca yang lebih mendukung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut dan wilayah yang rawan karhutla.

Ahmad Toyib berharap hujan yang turun dapat terus membantu pemulihan kondisi lingkungan di Kalteng. Namun, upaya pencegahan tetap harus menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak kembali meluas dan kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah agar tetap aman dari karhutla. Jangan membakar lahan dan segera laporkan apabila ditemukan kebakaran. Pencegahan merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.ldw/ded-red

 

-
-
-