-
Spirit Kalteng

Asap Karhutla Masih Selimuti Palangka Raya

57
×

Asap Karhutla Masih Selimuti Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
PEMBASAHAN-Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi melakukan pembasahan lahan bekas terbakar untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali, Rabu (4/11/2026). FOTO BPBD PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Meski hujan sempat mengguyur wilayah Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai. Pasalnya, curah hujan yang masih rendah dinilai belum mampu membasahi kawasan lahan bekas terbakar secara maksimal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan titik api baru. Namun, sehari sebelumnya terpantau dua titik api yang masing-masing berada di wilayah Kelurahan Kalampangan dan Kecamatan Rakumpit.

“Untuk hari ini belum ada ditemukan titik api yang baru. Kemarin memang termonitor ada dua titik api, satu di wilayah Kelurahan Kalampangan dan satu lagi terdeteksi di wilayah Kecamatan Rakumpit,” katanya saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (4/11/2026).

Heri menyampaikan, saat kedua titik api tersebut terpantau, tim Satuan Tugas (Satgas) di lapangan langsung melakukan upaya penanganan hingga berhasil memadamkannya.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan potensi munculnya kembali titik api maupun asap di lokasi yang sebelumnya terbakar masih cukup besar. Terlebih, intensitas hujan yang terjadi sejauh ini masih sangat rendah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sisa-sisa bara dan bagian lahan yang sebelumnya terbakar belum sepenuhnya padam. Sehingga, meskipun hujan sudah turun, asap masih berpotensi muncul dan memicu kebakaran kembali.

“Dengan curah hujan yang masih sedikit ini tentu belum bisa memadamkan kawasan lahan yang terbakar secara maksimal,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas Karhutla Kota Palangka Raya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kawasan yang masih ditemukan kepulan asap. Petugas nantinya akan melakukan upaya penanganan secara intensif untuk menuntaskan sisa-sisa kebakaran tersebut.

Heri menjelaskan, asap yang mulai terlihat saat ini diperkirakan masih berasal dari kawasan lahan yang sebelumnya terbakar dan belum sepenuhnya tertangani.

Namun, ia juga tidak menampik adanya kemungkinan asap kiriman dari wilayah luar Kota Palangka Raya. Hal itu dipengaruhi pergerakan angin yang cukup kencang dan mengarah ke wilayah kota.

Sementara itu, kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya masih menunjukkan kategori yang mengkhawatirkan.

“Untuk asap yang mulai muncul itu dalam artian bukan dari kawasan yang terbakar, jadi sisa sisa asap yang belum tuntas atau yang belum tertangani. Di samping itu memang ada potensi juga kiriman dari luar karena kencangnya arus angin yang mengarah ke wilayah kota ini,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya masih menunjukkan kategori yang mengkhawatirkan.

Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Kelas I Palangka Raya, Ihsan Sidiq, menyampaikan bahwa kualitas udara pada Rabu (4/11/2026) hingga pukul 10.00 WIB berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 204 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun hujan telah terjadi di sejumlah wilayah, kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya masih perlu mendapat perhatian serius.

“Pemantauan terakhir pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM25 terukur mencapai 204 µg/m³ termasuk dalam kategori sangat tidak sehat,” pungkasnya. dte/fwa-red

 

-
-
-