-
Spirit Kalteng

Kalteng Perkuat Distribusi Beras, Stok Tembus 12.212 Ton

44
×

Kalteng Perkuat Distribusi Beras, Stok Tembus 12.212 Ton

Sebarkan artikel ini
INFLASI-Sahli Gubernur Kalteng Bidang Ekbang Yuas Elko saat memimpin rapat perkembangan inflasi Kalteng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Selasa (4/11/2026), di Palangka Raya. FOTO MMC KALTENG
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas beras yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Meski ketersediaan stok beras di Kalteng saat ini relatif aman mencapai 12.212 ton, kenaikan harga beras lokal masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, saat memaparkan perkembangan inflasi Kalteng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi. Dalam pemaparannya, Yuas menyebut terdapat lima komoditas yang menjadi perhatian karena memberikan andil terhadap perkembangan inflasi, yakni beras, emas perhiasan, bensin, daging ayam, dan ikan nila.

Yuas menjelaskan, kenaikan harga beras di Kalteng terutama terjadi pada jenis beras lokal, seperti Mayang dan Banjar. Sementara itu, harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras bantuan pangan dari pemerintah pusat relatif masih stabil.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat kemarau sebelumnya,” jelas Yuas, di Palangka Raya, Selasa (4/11/2026).

Menurutnya, meskipun ketersediaan stok beras masih mencukupi, perkembangan harga tetap perlu mendapat perhatian serius. Sebab, beras merupakan kebutuhan utama masyarakat yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap inflasi daerah.

“Stok beras di Kalimantan Tengah relatif aman, yakni sekitar 12.212 ton. Namun, kenaikan harga beras perlu dikendalikan karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat dan memiliki andil terhadap inflasi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut, Pemprov Kalteng terus melakukan berbagai langkah intervensi pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, hingga operasi pasar guna menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

Selain itu, koordinasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog juga terus diperkuat, terutama dalam memastikan kelancaran distribusi beras serta menjaga ketersediaan pasokan di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.

“Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar. Koordinasi dengan Bank Indonesia dan Bulog juga diperkuat untuk memperlancar distribusi beras ke seluruh kabupaten,” imbuhnya.

Yuas mengakui, kondisi geografis Kalteng yang memiliki wilayah cukup luas menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Jarak antardaerah serta keterbatasan akses transportasi menuju sejumlah wilayah pedalaman membutuhkan penanganan dan koordinasi lintas sektor. ldw/ded-red

 

-
-
-