PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Haji Muhammad Haris Fahlipi, kelahiran Kandangan, 1 Oktober 1984, berhasil menyelesaikan perjalanan Riding Touring 360 Borneo melintasi 3 negara, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Start dari Palangka Raya 25 November dan finish di Palangka Raya 14 Desember 2019. Provinsi yang dilewati, Kalbar, Kaltim, Serawak (Malaysia), Bandar Seri Begawan (Brunei), Sabah (Malaysia) kembali ke Kaltara lanjut ke Kaltim dan Kalsel.
“Sendiri melintasi 3 negara. Jaraknya kurang lebih 7 ribu kilometer dengan perjalanannya 11 hari. Sehari jarak tempuh kurang lebih seribu kilometer paling minim 400 kilometer. Perjalanan paling jauh Palangka Raya-Pontianak kurang lebih 1.100 kilometer, kata Haris ketika ditemui di kediamannya, Jalan Cumi-Cumi nomor 1, Selasa (18/2).
Menurut Haris, ada syarat untuk touring lintas negara, sejumlah dokumen harus dilengkapi baik untuk pengendara maupun motor tunggangannya. Sama-sama harus memiliki paspor. Untuk motor dinamakan Carnet De Passages En Douane diterbitkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Federasi Otomotif Internasional (FIA). Di dalamnya dicantumkan nama negara yang akan dilintasi dengan memiliki Carnet, maka motor berpelat Indonesia bisa masuk ke negara yang sudah terdaftar di dalamnya.
Selama touring ini bertemu juga dengan orang dari luar Indonesia yang pernah melakukan touring hingga ke Kalimantan, termasuk Kalteng. Awalnya hanya berpikir touring biasa dan asal sampai tujuan, namun selama di perjalanan mendapatkan makna lebih.
Di daerah tertentu di Malaysia bertemu dengan orang keturunan Indonesia yang sudah berwarga negara Malaysia, terutama di daerah pesisir. Ada kampung Bugis, kemudian makam-makam para ulama asal Banjarmasin juga banyak terdapat di sana.
Kemudian dalam touring ada hambatan tapi tidak ada yang berat. Motor yang dipilih juga sesuai dengan medan yang akan dilalui. Banyak pengalaman yang didapat selama selama touring, bisa lebih tahu negara orang, seluk-beluk kampungnya, budayanya, tata tertib berlalu lintas daerah yang dilewati.
Rute Riding Touring, Ride 1 Palangka Raya-Pontianak, Ride 2 Pontianak Aruk–Kuching, Ride 3 Kuching-Bintulu, Ride 4 Bintulu-Bandar Seri Bagawan, Ride 5 Bandar Seri Bagawan-Kota Kinabalu, Ride 6 KK tip of Borneo–Maruda, Ride 7 Marudu Sadakan-Tawau, Ride 8 Tawau, Nunukan Sungai Ular-Malinau, Ride 9 Malinau-Balikpapan, Ride 10 Balikpapan Grogot-Batulicin, Ride 11 Batulicin Banjarmasin-Palangka Raya.
Diceritakan Haris, selama berada di Brunei dan Malaysia hingga bertemu dengan teman touring di negara tersebut yang pernah ke Indonesia, mereka tanya tentang Kalteng itu seperti apa, lalu ia berusaha menjelaskan sepengetahuannya, bahwa Kalteng wilayahnya luas, ramah dan nyaman ketika touring karena jalannya bagus.
Ternyata mereka paling suka itu makanannya terutama sayur-sayurannya. Banyak yang tahu termasuk kabar tentang pemindahan ibu kota negara, jadi saya ditanyakan jadi ya ibu kota Indonesia pindah ke Palangka Raya, imbuh Haris.
Awalnya touring karena melihat orang dari negara lain bisa sering touring ke Indonesia termasuk Kalteng. Akhirnya terlintas di pikiran kenapa tidak touring ke negara mereka juga, apalagi wilayahnya Malaysia dan Brunei bisa ditempuh melalui jalur darat. Akhirnya membuat rencana dan siapkan dengan matang rencana tersebut, menentukan tanggal akhirnya berangkat. Rencana awal 4 orang tapi tidak jadi dan berangkat sendiri. Keberhasilan melintasi 3 negara ini, Haris mendapatkan penghargaan dari IMI Kalsel. yml
11 Hari Perjalanan Touring Lintasi 3 Negara











