Palangka Raya

ODP Bertambah, Palangka Raya Upayakan Bilik Disinfektan

24
×

ODP Bertambah, Palangka Raya Upayakan Bilik Disinfektan

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Wabah penyebaran Covid-19 terus meningkat. Sebelumnya 159 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19, kini bertambah menjadi 187 negara. Demikian pula dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi, dari sebelumnya 86.032 yang terpapar, menjadi 294.110, dan 12.944 meninggal dunia.

Di Indonesia sendiri, sebelumnya ada 514 kasus menjadi 579 kasus yang dinyatakan positif Covid-19, sebelumnya 29 sembuh, bertambah 1 orang yang sembuh, sehingga total yang sembuh mencapai 30 orang. Seiring dengan jumlah yang sembuh, jumlah yang meninggal pun bertambah 1 orang. Dari sebelumnya 48 orang menjadi 49 orang.

Provinsi Kalteng sendiri jumlah pasien yang terpapar Covid-19 mencapai 259 dari sebelumnya 159. Sebelumnya 161 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), bertambah 59 orang menjadi 220 yang masuk dalam kategori dalam ODP. Sementara yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebelumnya 36 orang, bertambah 3 orang menjadi 39 orang. Negatif Covid-19 sebanyak 12 orang dan yang positif Covid-19 tetap 2 orang, serta yang menunggu hasil laboratorium 25 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan, penambahan pasien yang terpapar Covid-19 masih mungkin terjadi. Setiap orang yang melakukan perjalanan, baik di dalam daerah ataupun yang keluar daerah, tidak mungkin dilakukan pemeriksaan satu per satu. Keterbatasan tenaga medis yang membuat pemeriksaan satu per satu tidak mungkin dilakukan.

Demi kepentingan keluarga sendiri, kata Suyuti, mengapa tidak melakukan pemeriksaan apabila memang dirasakan ada gejala Covid-19. Artinya, yang sangat diperlukan adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Meskipun, sekarang ini pemeriksaan dilakukan di bandara dan di pelabuhan laut, namun saat itu kondisinya mungkin masih belum panas.

“Sekarang ini PDP yang dirawat di RS Doris Sylvanus Palangka Raya sebanyak 31 kasus, di Kabupaten Kotawaringin Barat ada 8 kasus. PDP yang berasal dari Palangka Raya sebanyak 26 orang, Kabupaten Kotawaringin Barat 6 orang, sementara Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Katingan, Kabupaten masing-masing 1 PDP,” kata Suyuti, saat menyampaikan rilis data terbaru Covid-19 di Kalteng, Senin (23/3), di Palangka Raya.

Pemerintah juga sudah menyiapkan rencana darurat, kata Suyuti, berupa penyiapan khusus bangsal RS Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan Covid-19. Sementara untuk karantina ODP, ada 3 tempat yang disiapkan pemerintah, yang nantinya akan segera dilakukan pemindahan ke lokasi karantina yang disiapkan.

Terpisah, Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemerintah Palangka Raya dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 ini. Penyediaan sarana cuci tangan portable atau wastafel yang dibangun pemerintah disejumlah titik, sangat membantu dalam upaya pencegahan itu sendiri.

“Sekarang ini, kita sedang mengupayakan bilik untuk penyemprotan disinfektan seperti yang dimiliki Pemerintah Surabaya. Upaya untuk menggali informasi berupa berapa harga barang tersebut sedang dilakukan. Apabila memang sudah diketahui harganya, maka akan langsung dilakukan pembelian sejumlah beberapa dulu, untuk difungsikan di Palangka Raya,” kata Sigit.

Info terkait harganya, kata Sigit, masih terus diupayakan untuk diketahui. Harapannya, alat ini akan mampu untuk terus menekan penyebaran Covid-19 di Palangka Raya. Intinya, harga sudah tahu akan langsung dibeli oleh pemerintah, selama barang tersebut memang tersedia dan bisa untuk digunakan. Tidak itu saja, semua agenda DPRD Palangka Raya sementara waktu closed sampai jangka waktu yang tidak bisa dipastikan.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *