-
Spirit Kalteng

Prajurit Batalyon Yonif 631 Antang Rayakan Paskah di Gereja Belum Rampung

39
×

Prajurit Batalyon Yonif 631 Antang Rayakan Paskah di Gereja Belum Rampung

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DANIEL SUKACITA- Suasana ibdah Paskah Yonif 631 Antang
-

+ Prajurit Yonif Raider 631/Antang Galang Dana dengan Menyanyi Vocal Group dan Jualan Nasi Kotak
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Ibadah Paskah Gereja Oikumene Batalyon lnfanteri Raider 631/Antang. JaIan Tjilik Riwut Km. 6, Palangka Raya digelar bersama para Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kemenag Kalteng dan Kota Palangka Raya berjalan dengan hikmat, Jumat (22/4). Dalam Ibadah Peringatan dan Perayaan Paskah tersebut juga disertai Perjamuan Kudus.


Ibadah tersebut merupakan ibadah perdana sekaligus perayaan Paskah merupakan Hari Raya Umat Kristen yang memperingati kebangkitan Tuhan Yesus pada hari ketiga setelah kematiannya di kayu Salib.
Tampak kerinduan yang sangat dalam dari para Prajurit Yonif Raider 631/Antang saat mengikuti seluruh rangakaian ibadah di gedung Gereja yang belum rampung dibangun itu.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Pleton 3 Kompi Senapan B Batalyon lnfanteri Raider 631/Antang, Letda Inf. Robin Siahaan, S.H., mengatakan gereja ini kurang lebih sudah 7 tahun dibangun namun belum selesai.


Disebutkan pula bahwa pembangunan rumah ibadah ini tersendat karena dana yang minim dan kebanyakan dari dana yang diperoleh dari swadaya dan swadana para Prajurit Yonif Raider 631/Antang dan beberapa donatur yang ada.
“Kami diamanatkan untuk melanjutkan pembangunan gereja ini. Berharap ada donatur yang tergerak untuk penyelesaian pembangunan gereja ini. Tapi kalau hanya berharap donatur, sama saja seperti menunggu hujan, tidak tahu kapan turunnya, jadi kami keliling gereja nyanyi, jual kuliner dan lain-lain,” bebernya kepada Tabengan, Jumat (22/4).


Ditempat yang sama, Sub Kordinator penyuluh dan budaya keagamaan Bimas Kristen Kemenag Kanwil Kalimantan Tengah, Jiono juga menjelaskan bahwa usaha para prajurit Raider dalam menggalang dana selama ini dengan bernyanyi di gereja-gereja melalui vocal grup adalah luar biasa dan patut diapresiasi.
Selain itu, imbuh Jiono yang saat itu juga sebagai Pengkhotbah diacara itu, disebutkan pernah juga dengan berjualan nasi kotak yang hasilnya dipersembahkan untuk membeli segala keperluan pembangunan gereja.
“Memang ada bantuan dari Bupati dan berbagai gereja yang ada. Tapi memang dananya terbatas. Jadi mereka berusaha dengan nyanyi Vocal grup dan jualan nasi kotak,” bebernya.
Jiono mengajak umat Kristen dan gereja-gereja yang ada di Palangka Raya untuk dapat bergandengan tangan mendukung pembangunan Gereja Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) Yonif R/631 Antang.

Dari pantauan Tabengan, lantai Gereja POUKYonif R/631 Antang belum ada juga beberapa kusen dan pintu belum ada, dinding belum dicat dan tidak ada sound system. Cukup banyak diperlukan untuk pembangunan Gereja tersebut. Tapi bagi Tuhan Tidak ada yang mustahil..Amen  dsn

-
-
-