-
Spirit Kalteng

Kunjungi Buntoi, Teras Hadapi Jalan Rusak Parah

44
×

Kunjungi Buntoi, Teras Hadapi Jalan Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA JALAN RUSAK-Senator Kalteng Agustin Teras Narang, melakukan kunjungan ke Desa Buntoi Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (26/4/2022).
-

PALANGKA RAYA – Berada di Kalimantan Tengah (Kalteng), Senator Kalteng Agustin Teras Narang, melakukan kunjungan ke Desa Buntoi Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (26/4/2022). Ini menjadi agenda kedua, setelah sebelumnya melakukan reses di Kabupaten Pulang Pisau.
Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini menuturkan, jalur yang sangat berat harus dihadaoi untuk mencapai Desa Buntoi, tepatnya Pusat Sarana Komunikasi Iklim di Rumah Bambu.

Pusat Sarana Komunikasi Iklim di Rumah Bambu diresmikan pada tahun 2013, dan pada saat kunjungan bertemu dengan perangkat desa, serta berbincang bersama pengelola rumah bambu, dan juga Sanggar Seni Budaya.
”Tidak mudah menjangkau wilayah ini dari jalur darat biasa. Jalan berlubang, ancaman mogok, hingga pemandangan truk pengangkut sumber daya alam seperti sawit dan kayu terlihat antri. Beberapa di antaranya terbalik atau mengalami kerusakan sehingga menambah kemacetan di jalan berlumpur ini. Saya berharap pemerintah, pelaku usaha, khususnya pertamina yang melintasi ruas jalan ini dapat berkolaborasi mengatasi masalah kerusakan jalan ini,” kata Teras Narang, saat menyampaikan hasil kunjungan ke Pusat Sarana Komunikasi Iklim di Rumah Bambu.

Agustin Teras Narang

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daeraj Pemilihan (Dapil) Kalteng ini mengatakan, salah satu bahan perbincangan adalah terkait usulan Desa Buntoi menjadi desa adat. Desa adat ini merupakan itikad untuk melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan secara lebih intensif. Perjuangan menghadirkan desa adat hingga hutan adat, adalah langkah antisipatif di tengah perkembangan zaman serta disrupsi digital.
Bagaimanapun, kata Teras Narang, ini upaya untuk menjadikan kebudayaan, serta adat istiadat kita menjadi tuan di tanah mereka sendiri, meski tentu harus ada sikap terbuka dan selektif menghadapi nilai-nilai baru dari budaya lain.
Tim akan disiapkan, ungkap Teras Narang, komunikasi dengan kepala daerah, dan DPRD, serta Tokoh masyarakat diintensifkan. Kita berharap kedepan Kabupaten Pulang Pisau akan memiliki desa adat yang menjadi pusat penyadartahuan akan isu perubahan iklim melalui jalur kebudayaan, serta isu isu lainnya yang tentunya relevan guna meningkatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.ded

-
-
-