PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Penumpang mudik diklaim mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau pada H-3. Disebutkan pula, peningkatan pemudik kemungkinan besar karena pelonggaran pembatasan yang diberikan Pemerintah, sejak turunnya angka Covid-19.
Komisaris PO Yessoe Evy Susiana saat dikonfirmasi Tabengan, Jumat (29/4), mengatakan, sejak, Kamis (28/4) lalu, jumlah penumpang sedikitnya naik 4-5 kali lipat dari biasanya.
Kenaikan tersebut, lanjut Evy, tentu membawa dampak positif bagi pihaknya karena mampu meningkatkan jumlah armada yang diberangkatkan.
Di lain tempat, hal senada juga disampaikan Manager Operasional PO Logos Rigen. Dikatakannya, untuk penumpang yang menggunakan jasa PO Logos ada kenaikan dari biasanya. Pada hari-hari biasa bus yang diberangkatkan hanya 1 armada, namun menjelang Idul Fitri bus yang diberangkatkan sebanyak 3 bus.
Sedangkan untuk harga tiket, manajemen PO Logos menaikkan Rp10.000 per tiket dari harga tiket biasanya selama Idul Fitri.
Terpisah, Kepala Terminal WA Gara Suko Sungkowo mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat di Terminal WA Gara pada 27 April 2022 ada 500 penumpang.
“Enam armada bus keberangkatan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan jumlah 129 penumpang. 13 armada keberangkatan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan jumlah penumpang 500 penumpang. Jadi total penumpang 500 penumpang dan 19 armada bus,” bebernya kepada Tabengan.
Sedangkan untuk penumpang yang datang dengan total 416 penumpang, terdiri dari 3 armada bus datang AKAP sebanyak 40 penumpang dan melalui 14 armada datang AKDP 376 penumpang. Diprediksi, hingga Minggu (1/5), lonjakan penumpang akan terus terjadi.
Sementara itu, EGM Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Eries Hermawandi menyatakan untuk arus mudik Jumat (29/4), total penumpang diperkirakan mencapai sedikitnya 1800 penumpang. Dengan jadwal penerbangan 8 (delapan) flight kedatangan dan 8 keberangkatan.
“Untuk jumlah penumpang keberangkatan hari ini diperkirakan mencapai 1200-an pax,” bebernya.
Selanjutnya untuk arus mudik melalui jalur sungai, dalam pantauan Tabengan Pelabuhan Rambang Palangka Raya tampak sepi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Deddy mengatakan, bahwa Pelabuhan Rambang sudah lama tidak beroperasi.
“Angkutan sungai di Palangka Raya tidak aktif lagi. Hingga saat ini belum ada laporan dari Dishub Kota terkait aktivitas di sana. Lebih jelas komunikasi dengan Dishub Kota, operasionalisasi Pelabuhan Rambang di bawah Dishub Kota,” bebernya.
Terpisah, Kadishub Kota Palangka Raya Alman Pakpahan membenarkan bahwa sudah sangat lama Pelabuhan Rambang tidak digunakan untuk sarana transportasi sungai di Palangka Raya.
“Memang Pelabuhan Rambang sudah lama tidak ada lagi penumpang, hanya kapal barang saja,” tukasnya.
Dalam pantauan, Hamsam, seorang kurir yang sehari-hari beraktivitas di Pelabuhan Rambang, menerangkan, Pelabuhan Rambang vakum sejak pembangunan infrastruktur di Palangka Raya, seperti jalan dan jembatan secara masif dibangun.
“10 tahun tidak beroperasi, sejak jalan darat sudah banyak dibuat. Sekarang hanya untuk wisata susur sungai,” tandasnya. dsn
Penumpang Mudik Naik 4-5 Kali Lipat











