-
Palangka Raya

Harga Beras Masih Mahal

37
×

Harga Beras Masih Mahal

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DODDY KHAIRI ASYADI BERAS LOKAL MAHAL-Tampak harga beras lokal yang mahal dijual di sekitaran Jalan RTA Milono Palangka Raya dengan harga jual Rp19.000-Rp12.000/kilogram. Foto diambil Senin (29/8) malam.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikeluarkan Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Jumat (26/8) lalu, memuat informasi komoditas yang terpantau naik adalah beras. Tercatat harga beras di pasar tradisional Palangka Raya Rp14.900 per kilogram.

Dalam data tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yura Djalins menyampaikan, penurunan harga komoditas terjadi pada bawang merah, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras dan bawang putih.

Berdasarkan pemantauan, jelas dia, kenaikan harga dipengaruhi oleh terbatasnya persediaan komoditas beras asal Banjarmasin yang gagal panen. Sedangkan penurunan dipengaruhi oleh banyaknya ketersediaan daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit oleh pemasok/distributor lokal.

Dengan demikian, Indeks Komposit Komoditas (IKK) PIHPS secara harian kembali bergerak turun (-0,42 persen), dengan tren rerata bulanan inflasi (-1,76 persen).

Sedangkan untuk di pasar tradisional Sampit, komoditas yang terpantau naik adalah bawang putih dan beras. Disebutkan, harga bawang putih di sana dibanderol Rp27.250 per kg dan beras Rp14.550 per kg.

Penurunan harga terjadi pada cabai rawit, cabai merah dan bawang merah. Berdasarkan pemantauan, kenaikan harga dipengaruhi oleh terbatasnya persediaan beras pemasok lokal dan persediaan baru milik bawang putih yang terbatas.

Sedangkan penurunan dipengaruhi oleh menurunnya kualitas cabai merah dan cabai rawit, sehingga pedagang menjual dengan harga lebih rendah dan adanya persediaan baru dari pemasok bawang merah dengan harga yang lebih murah.

Dengan demikian, IKK PIHPS secara harian kembali bergerak turun (-0,98 persen), dengan tren rerata bulanan inflasi (-0,31 persen). dsn

-
-
-