-
Spirit Kalteng

Lampu Neon Flex Jangan Asal Pasang

49
×

Lampu Neon Flex Jangan Asal Pasang

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/DODDY JANGAN ASAL PASANG Tampak lampu neon flexible (flex) dipasang pohon-pohon di sejumlah ruas jalan Adonis Samad Palangka Raya, Selasa (30/8). Inset. Wakil Ketua DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Untuk semarakan Perayaan HUT Ke-77 RI dan menyambut Union Cycliste Internationale (UCI) Mountain Bike (MTB) Eliminator World Cup 2022 di Kalimantan Tengah, pemerintah melakukan pemasangan lampu neon flexible (flex) pada pohon-pohon di sejumlah ruas jalan dan di kompleks Bundaran Besar, Palangka Raya.

Mulai dari Jalan RTA Milono, Jalan George Obos, Jalan Yos Sudarso, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tjilik Riwut, bahkan pohon-pohon yang berada di dalam kawasan Bundaran Besar. Cahaya lampu neon flex yang dipasang adalah bernuansa merah putih sesuai dengan bendera RI.

Namun, upaya mempercantik Palangka Raya dengan memasang cukup banyak neon flex, justru mendapat kritik dari Wakil Ketua DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh.

Srikandi Partai NasDem ini mengkritik pemasangan lampu neon flex yang dinilai tidak memiliki estetika dan terkesan asal pasang. Pihak yang memasang lampu neon flex ini tidak merancang terlebih dahulu seperti apa pemasangannya, sehingga tampak lebih indah hasilnya, bukan asal pasang.

“Siapa sih yang masang lampu-lampu di pohon-pohon dalam kota ini? Tidak ada estetika seni atau gak ada kesan indahnya… hanya kesan ramai (camuh). Maaf kata ini menurut mata saya… dimana indahnya coba.,” kata Faridawaty, dalam akun Facebook miliknya, Senin (29/8).

Wakil Ketua DPRD Kalteng ini menilai, pemasangan neon flex pada pohon-pohon yang terdapat di Palangka Raya hanya terkesan ramai, tapi berantakan. Pemasangan lampu pada pohon-pohon di Palangka Raya tanpa mengindahkan kaidah seni. Di mana ada pohon, asal pasang saja. Hasilnya tidak ada pesan atau kesan yang tersampaikan hanya sebatas ramai.

Menurut Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini, pemasangan lampu pada pohon-pohon untuk mempercantik Kota Palangka Raya, tidaklah salah. Hanya saja, alangkah lebih baik apabila dalam  melakukan pemasangan, terlebih dahulu dipikirkan tema dari lampu yang akan dipasang itu.

Misalnya, Faridawaty mencontohkan, apabila memang lampu itu dipasang karena ada event UCI MTB, lampu-lampu tersebut dapat dipasang dengan bentuk menyerupai sepeda, atau atau apa pun yang menunjukkan adanya event UCI MTB itu. Tidak lupa juga, karena di Kalteng pelaksanaannya, akan lebih baik pula ada lampu-lampu yang dipasang berbentuk menyerupai talawang perisai khas suku Dayak dan dipasang berjejer.

Dapat pula, lanjut Faridawaty, dibentuk menyerupai orangutan yang merupakan salah satu hewan endemik Kalteng, ataupun ide-ide lainnya yang lebih menarik. Jangan lampu-lampu tersebut dililit tidak karuan ke mana batang dan dahan pohon mengarah. Pakai uang negara jangan asal.

Pada akun Facebook itu pula, Faridawaty memberikan sejumlah gambar contoh pemasangan lampu-lampu pada pohon-pohon di sejumlah negara. Hasil pemasangan yang dilakukan memang sangat cantik dan memiliki nilai estetika serta keindahan. ded

-
-
-