-
Spirit Kalteng

Inflasi Tinggi Karena Beras Lokal Mahal?

45
×

Inflasi Tinggi Karena Beras Lokal Mahal?

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dan Kadis Pertanian  Sunarti Yudawan
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Inflasi Kalimantan Tengah menempati urutan ke 3 dari 10 besar nasional inflasi tinggi, sehingga Presiden RI Joko Widodo menyentil  kepada pemimpin daerah yang mana mengalami inflasi cukup tinggi.

Terkait hal tersebut, saat dikonfirmasi Tabengan, Selasa (13/9), Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro membenarkan, bahwa inflasi Kalteng memang cukup tinggi. Disebutkannya bahwa pada Agustus lalu harga beras lokal naik cukup tinggi.

“Faktor supply juga jadi penyebab tingginya inflasi tersebut, disamping harga beras dan beberapa komoditi lain juga naik harganya. Andil harga beras secara total sebesar 0,44 persen dari inflasi umum Palangka Raya di Agustus sebesar 0,28 persen. Artinya ada komoditi lain yang turun harganya pada bulan tersebut,” imbuhnya.

Disebutkan pula bahwa andil beras lokal terhadap seluruh konsumsi beras di Palangka Raya sekitar 72 persen.

“Tergantung suplainya. Apakah produksi padi/beras atau impor dari daerah lain memadai tidak untuk mencukupi konsumsi,” tukasnya.

Terkait produksi beras lokal, kata Marsono, mencukupi atau tidak itu ada dalam kewenangan dinas terkait, seperti Dinas Pertanian.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provins Kalteng, Sunarti Yudawan kepada Tabengan mengatakan  bahwa hasil panen padi Kalteng surplus, dengan varietas unggul baru (VUB) umur 90-120 hari dengan cita rasa pulen, Sedangkan yang menyebabkan inflasi adalah  beras lokal dengan cita rasa pera atau karau umur 5-7 bulan. “Budaya masyarakat suka nasi pera atau karau,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng. Disebutkan Kepala Perwakilan BI (KPwBI) Kalteng, Yura Djalins bahwa pihaknya sedang mempersiapkan data dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar inflasi Kalteng. dsn

-
-
-