BUNTOK/TABENGAN.CO.ID- Isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) kian ramai diperbincangkan masyarakat Kalimantan Tengah. Terbaru, muncul kabar 2 waria di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) positif mengidap penyakit HIV/AIDS.
Hal itu terungkap dalam pertemuan tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Aula Kantor Kesbangpol Barsel, Kamis (29/9). Kegiatan juga dihadiri TNI, Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalteng, MUI, NU, Pendeta, Paroki, Pantekosta, Dewan Adat Dayak (DAD) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barsel.
“Benar ada 2 kasus HIV/AIDS ditemukan dan melibatkan saudara kita dari kaum waria,” ucap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barsel Arbaja, saat acara rapat.
Menurut Arbaja, dengan adanya kasus itu, sebagai bukti nyata bahwa LGBT tidak boleh ada di Barsel. Selain menyimpang dari ajaran dan norma agama, juga dapat menimbulkan penyakit berbahaya HIV/AIDS. Apalagi di Barsel sudah ada, dan pihaknya minta kerja sama Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti temuan kasus HIV/AIDS di Barsel ini.
“Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, yang pertama, agar tetap menaati norma agama. Kedua, benar-benar menjaga hidup sehat, kemudian aktivitas seksual harus sesuai dengan ajaran agama,” ujar Arbaja.
Arbaja menambahkan, pihaknya bersama tokoh agama, masyarakat beserta unsur-unsur lainnya menggelar rapat agar mendapat kesimpulan dalam pencegahan LGBT di Kabupaten Barsel dan sekitarnya.
Kemudian, seluruh elemen termasuk masyarakat, juga turut mewaspadai kasus ini. Apabila terdapat hal yang mengganjal di lingkungannya, segera laporkan agar dapat dilakukan rehabilitasi dan kembali seperti keadaan normal sedia kala.
“Jangan sampai kasus ini seperti gunung es, yang terlihat cuma 2. Namun, di tengah-tengah masyarakat berkembang. Untuk seluruh tokoh masyarakat juga dapat bahu-membahu menangkal dan mengantisipasi gerakan LGBT hingga muaranya, karena menimbulkan dampak yang sangat tidak baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Edi Suharto, Kepala Badan Kesbangpol Barsel, mengajak semua unsur untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat ibadah. Juga peran keluarga sangat penting untuk mencegah LGBT. c-lis











