PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sudah usai digelar tahun lalu. Multi event olahraga tingkat nasional tersebut digelar di Provinsi Papua pada Oktober 2021. Namun, persoalan lain yang berkaitan erat dengan PON kembali muncul. Para atlet mempertanyakan apakah ada bonus atau tidak.
Pada Senin (3/10) sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) dayung didampingi perwakilan pelatih mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalteng. Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Provinsi Kalteng H Elbadi Fardian.
“Kedatangan kita pastinya bertemu dengan pengurus KONI ini untuk menanyakan kejelasan bonus PON dan usulannya. Kalau memang mengusulkan prosesnya sudah sampai mana, ini sudah terlalu lama kabar bonus ini tidak ada,” kata A Gunawan, salah satu atlet dayung Kalteng, usai pertemuan tersebut.
Gunawan menambahkan, kedatangan mereka ke KONI Kalteng atas inisiatif atlet dayung dan perwakilan pelatih. Karena sudah sekian lama menunggu terkait kabar bonus PON tidak kunjung ada, sehingga berinisiatif untuk menanyakan langsung ke pengurus KONI Kalteng.
Mantan atlet dayung SEA Games ini menambahkan, sampai saat ini belum tahu kejelasan bonus PON berapa jumlah nominalnya, baik perorangan maupun beregu. Tidak adanya bonus bagi atlet yang sudah berjuang dan meraih prestasi PON, Gunawan khawatir akan berdampak pada cabor-cabor unggulan salah satunya dayung. Apalagi 2023 nanti sudah mulai Pra PON dan 2024 PON XXI digelar.
“Di bonus ini saja kita belum tahu nilai atau nominalnya berapa-berapa, apalagi untuk ke depannya itu akan berdampak ke cabor unggulan, terutama untuk minta atlet ke cabor unggulan,” imbuh Gunawan.
Menurut Gunawan, sebagai seorang atlet, bonus sangat penting, apalagi saat ini banyak atlet yang tidak bekerja. Kemudian ada yang bekerja sebagai tenaga honorer di sejumlah instansi, namun sudah dirumahkan semua, sehingga tidak ada lagi harapan lain selain bonus PON. Karena itu, tumpuan dari hasil kerja keras atlet semuanya.
Ditambahkan atlet dayung lainnya, mereka sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah menepati janjinya dan perhatian kepada atlet dayung dengan memberikan apresiasi secara langsung dan juga berterima kasih kepada Pemprov Kalteng yang memberikan tali asih dan saat ini sudah dalam proses dan itu perhatian luar biasa bagi atlet Kalteng.
Terkait dengan bonus, para atlet sudah melaporkan ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalteng, namun jawaban yang didapat, para atlet diminta untuk melanjutkan, namun tidak dapat kejelasan apa yang dilanjutkan.
Gunawan bersama rekan-rekannya berharap bonus dapat diberikan kepada atlet, karena itu sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan atlet dalam mengharumkan nama daerahnya di ajang olahraga nasional. Dayung Kalteng menyumbangkan 2 medali emas dan 4 perak.
Berbeda dengan provinsi lainnya, tambah Gunawan, dari cerita rekan atlet dayung provinsi lain, bahwa sebelum berangkat ke PON sudah tahu berapa jumlah bonus yang akan diberikan kepada atlet peraih medali.
Sementara itu, H Elbadi Fardian menyampaikan, kedatangan atlet dayung tersebut untuk menanyakan bonus PON dari Pemprov Kalteng. Pria yang bisa disapa H Doddy ini menjelaskan kepada para atlet tersebut bahwa KONI Kalteng sampai saat ini belum ketahui tentang bonus, bentuknya seperti apa dan besarannya berapa.
Menurut Doddy, atlet dayung sudah menyumbangkan prestasi yang terbaik buat Kalteng di PON XX.
“Kata mereka PON 2021 itu sudah ditentukan oleh KONI sebelum berangkat PON. Nanti Ketum datang akan saya sampaikan ke Ketum. Sebenarnya walaupun mereka tidak datang ke sini, kami ini berusaha terus, kami tidak diam saja. KONI juga masih menunggu anggaran, sampai saat ini dana rutin kami tahun ini saja belum turun,” kata Doddy. yml











