-
Palangka Raya

SIDAK-Fairid: Harga Gas LPG 3 Kg di Atas Batas Normal

33
×

SIDAK-Fairid: Harga Gas LPG 3 Kg di Atas Batas Normal

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/RONNY SIDAK- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama jajaran Forkopimda melakukan sidak gas LPG di pangkalan dan agen, Selasa (11/10). 
-

PALANGKARAYA/TABENGAN.CO.ID– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Selasa (11/10) pagi, memimpin inspeksi mendadak (sidak) sebagai bentuk tindak lanjut kenaikan harga gas LPG. Sidak tersebut dilakukan Fairid bersama jajaran Forkopimda Palangka Raya pada sejumlah agen maupun pangkalan gas LPG kota setempat.

Hasil pantauannya, Fairid menyebut harga gas LPG subsidi ukuran tabung 3 kg saat ini sudah di atas batas normal. Harganya tembus Rp60 ribu per tabung. Menurut Fairid, jika harga gas LPG itu ada di kisaran Rp22-25 ribu masih normal.

“Tapi sekarang ada yang menjual dengan harga Rp40 ribu. Artinya naik dua kali lipat. Bahkan ada yang Rp60 ribu. Menyikapi hal ini, kami membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi distribusi gas LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi rakyat miskin,” kata Fairid.

Selain itu, pihaknya juga ada menemukan kuota LPG yang tidak sesuai menurut laporan para penjual gas LPG subsidi. Fairid sempat menanyakan para pedagang, ada ketidaksesuaian menurut laporan. Ada pangkalan yang memiliki jatah 2.100 tabung, akan tetapi sesuai rata-rata laporan dari penjual hanya menerima 1.300 tabung.

“Masih ada kekurangan kuotanya,” ungkap Fairid.

Untuk itu, Fairid memperingatkan para agen, pangkalan hingga pengecer gas LPG agar menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Alur distribusi agen ke pangkalan Rp18 ribu per tabung untuk LPG subsidi 3 kg dan di pangkalan dipatok HET sebesar Rp22 ribu.

“Kepada agen dan pangkalan elpiji saya ingatkan agar menjual dengan harga sesuai HET. Dan awasi pengecer, jika ada kenaikan dampaknya pasti ke mereka karena mereka harus bertanggung jawab juga dalam mengawasi,” lanjutnya.

Dia menilai, jika alasan BBM yang naik dipakai alasan mematok harga LPG hingga Rp60 ribu per tabung 3 kg, sudah tidak masuk akal dan logika.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya dalam beberapa hari ke depan bersama Forkompinda akan gencar melakukan pengecekan maupun pengawasan terhadap LPG subsidi mengingat harga di eceran saat ini sudah di luar kewajaran.

“Jika ditemukan pelanggaran, kami akan dengan tegas menindak oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan untuk diri sendiri hingga merugikan masyarakat luas. Akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Fairid. rgb

-
-
-