-
Spirit Kalteng

Desa Adat, Benteng Pertahanan Kebudayaan Masyarakat Adat

34
×

Desa Adat, Benteng Pertahanan Kebudayaan Masyarakat Adat

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA HASUPA HASUNDAU-Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang hadir secara langsung pada acara Pumpung Hai atau Pertemuan Besar yang dilaksanakan masyarakat Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (20/10).
-

ISTIMEWA
HASUPA HASUNDAU-Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang hadir secara langsung pada acara Pumpung Hai atau Pertemuan Besar yang dilaksanakan masyarakat Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (20/10).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang menyempatkan diri hadir secara langsung pada acara Pumpung Hai atau Pertemuan Besar yang dilaksanakan masyarakat Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (20/10).

Hal menarik dan juga menjadi pesan adalah mengajukan Desa Adat bagi masyarakat Desa Buntoi secara khusus dan desa-desa yang ada di Kalteng secara umum.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini menyampaikan, membentuk Desa Adat di Desa Buntoi, ataupun desa lainnya di Kalteng membutuhkan perencanaan yang cermat dan dibentuk melalui proses musyawarah dan mufakat seluruh masyarakat desa.

Teras mengakui pentingnya Desa Adat. Desa Adat di Desa Buntoi dapat menjadi benteng pertahanan dalam mempertahankan kebudayaan masyarakat di Desa Buntoi. Lewat Desa Adat, diharapkan nilai luhur budaya dapat dilestarikan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman. Bicara soal Desa Adat tidak bicara soal masa lalu, tapi masa kini, dan yang akan datang.

“Desa Adat tidak membedakan suku dan agama masyarakat yang ada, tapi memperkuat peranan adat dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang berkembang secara beradab. Hanya saja, memang ada banyak hal yang harus disiapkan. Mulai pemetaan masalah dan tantangan, serta termasuk peluang Desa Adat untuk memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Teras, di hadapan masyarakat Desa Buntoi, yang ramai hadir mengikuti kegiatan Hasupa Hasundau.

Perlu ditelisik soal luasan, kata Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, cakupan wilayah, anggaran dana Desa Adat, hingga yang paling penting penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)yang unggul.  Patut disyukuri, masyarakat Desa Buntoi menyampaikan dukungannya dan bersiap dalam menyiapkan rencana pembentukan Desa Adat ini.

Tak kalah penting, apresiasi pada Pemerintah Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pulang Pisau yang menyokong rencana yang diinisiasinya ini.

Teras meminta Pemkab Pulang Pisau dapat segera menyiapkan kajian, dengan dukungan peraturan daerah bersama DPRD, yang diharapkan dapat segera terbit. Terima kasih juga bahwa rencana pembentukan Desa Adat ini tidak akan mengurangi hak desa untuk memperoleh dana desa, sebaliknya akan mendapatkan sokongan lebih bagi pengembangan masyarakat.

Lebih jauh, harap Teras, Desa Adat dapat mandiri dan bahkan bisa sebaliknya berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kita bisa dan harus bisa, karena kalau bukan kita yang mengembangkan kebudayaan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” katanya. ded

-
-
-