
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kasus gagal ginjal akut misterius anak ramai jadi perbincangan di Indonesia. Dari total 241 pasien, sebanyak 133 di antaranya dilaporkan meninggal dunia atau jumlahnya hampir setara 50 persen kasus yang dilaporkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Riza Syahputra menyampaikan, ada laporan dari Dinkes Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dihubungi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa ada pasien asal Kalteng yang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Soetomo Surabaya karena gagal ginjal akut misterius anak.
“Petugas kita Dinkes Kabupaten Kotim ditelepon oleh orang Kemenkes, diinformasikan bahwa ada 1 anak yang sedang berada di Surabaya dengan identitas asal Kalteng. Jadi kalau secara KTP mereka itu berdomisili di daerah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim, nama pasien AZ usia 2 tahun,” kata Riza, Senin (24/10).
Kemudian, lanjut Riza, informasi tersebut coba ditelusuri tim Dinkes Kotim bagian Penyelidikan Epidemiologi (PE). Setelah didatangi ke desa tempat asal pasien dan petugas berusaha menghubungi orang tua pasien itu melalui telepon tapi tidak tersambung, sehingga tim itu tidak dapat informasi lanjutan. Perkiraan Riza telepon tidak diangkat mungkin karena keluarga tersebut sedang berduka.
Provinsi di seluruh Indonesia, lanjut Riza, diminta Kemenkes untuk melaporkan kasus yang ada di rumah sakitnya masing-masing, sehingga kasus balita Kalteng yang meninggal karena gagal ginjal akut misterius dari RS Soetomo Surabaya dilaporkan ke Kemenkes. Namun karena alamat di KTP itu asal Kabupaten Kotim, Kalteng maka dari Kemenkes menghubungi petugas Surveilans Dinkes Kotim untuk diberikan data pasien.
“Informasi dari Kemenkes yang disampaikan ke Dinkes Kotim, anak itu berobat dengan gagal ginjal akut misterius ke Rumah Sakit Dokter Soetomo,” imbuh Riza.
Kemudian pihak Dinkes Kotim melakukan pengecekan data pasien tersebut ke Rumah Sakit dr Murjani Sampit dan Fasilitas kesehatan (Faskes) lainnya, namun tidak ada nama pasien tersebut, pengecekan tersebut guna memastikan apakah pasien tersebut rujukan secara berjenjang dari Puskesmas, kemudian RS Murjani kemudian ke Surabaya, namun ternyata hasil penelusuran tidak ditemukan rujukan.
Pasien tersebut dipastikan bersama keluarganya langsung ke Surabaya tanpa melalui rujukan Faskes di Kalteng termasuk di Kotim, yang kemudian dirawat beberapa hari di Surabaya kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Riza menambahkan, tindakan yang dilakukan, melalui Dinkes Kabupaten Kotim sudah mengirim petugas dari Puskesmas Parenggean untuk penelusuran awal ke alamat asal karena perintah dari pimpinan walaupun orangnya meninggal di luar Kalteng namun tetap melakukan penyelidikan epidemiologi oleh Epidemiologi Dinkes Kotim.
“Tim dari Puskesmas Parenggean hari ini (Senin) bergerak menuju ke tempat rumahnya pasien di Parenggean, cuma masalahnya apakah pasien itu tetap berdomisili di situ, atau pulang ke Jawa, itu belum tahu. Sementara ini menindaklanjuti informasi yang kami terima dari Kemenkes tentang warga kita yang berobat ke Rumah Sakit Soetomo, Surabaya, Jawa Timur,” kata Riza.
Belum bisa dipastikan apakah pasien ini menderita gagal ginjal akut misterius anak saat di Kalteng atau sudah di Jawa. Kalau kena di Kalteng mekanismenya rujukan dari Kalteng, tapi informasi dari Dinkes Kotim tidak ada rujukan.
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Sutriso membenarkan, adanya kasus gagal ginjal akut tersebut. Menurutnya pasien yang terserang penyakit itu berusia lebih dari satu tahun. Pihaknya sendiri sudah menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Kesehatan setempat.yml/c-may











