-
Palangka Raya

Lelaki Seks Lelaki Penyumbang Terbesar HIV/AIDS di Palangka Raya 

40
×

Lelaki Seks Lelaki Penyumbang Terbesar HIV/AIDS di Palangka Raya 

Sebarkan artikel ini
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Siska. 
-

*Ada Sekitar 400 LSL di Palangka Raya

*Januari-September 2022 terjadi 98 Kasus Baru HIV AIDS

*2021 Terjadi 119 Kasus Baru

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Meski tidak nampak di permukaan, Aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) nyatanya banyak terjadi di Kota Palangka Raya.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, aktivitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) bahkan menjadi penyumbang terbesar kasus baru penyakit HIV Aids sepanjang tahun 2022.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Anjar Hari Purnomo melalui Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Siska, mengatakan sepanjang tahun 2022 dari Januari-September terjadi 98 kasus baru HIV Aids di Kota Palangka Raya. Sedangkan pada 2021 ada 119 kasus baru.

“Melihat angka ini kita harus prihatin dengan pertumbuhan penyakit HIV Aids di masyarakat. Di atas 50 kasus baru setiap tahun itu memperihatinkan, karena HIV Aids ini fenomena gunung es, tidak tahu telah menular kemana saja,” katanya, Senin (31/10/2022) siang.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya aktivitas LSL menjadi penyumbang terbesar kasus baru. Celakanya, LSL ini banyak diisi oleh anak usia sekolah, dan pelajar.

“Yang ketahuan saja untuk sementara ini ada sekitar 400 LSL di Palangka Raya,”

Menurutnya, aktivitas LSL banyak dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan, terutama bagi para anak usia sekolah. Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam menjaga pergaulan anak.

“Kebanyakan pengaruh LSL ini dari pergaulan, nongkrong dan saling curhat. Kemudian melihat rekannya sebagai LSL dan coba-coba,” terangnya.

Siska menambahkan, jumlah penderita HIV Aids di Palangka Raya selama ini hanya bisa terdeteksi saat pemeriksaan di suatu lokasi maupun penderita yang mendatangi fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP).

Di Kota Palangka Raya sendiri sudah ada lima fasilitas kesehatan yang mendukung PDP. Yakni RSUD Doris Sylvanus, RSI Muhammadiyah, Puskesmas Marina Permai, Jekan Raya dan Panarung.

“Tahun depan akan ada penambahan fasilitas PDP, yakni di Puskesmas Menteng dan Pahandut,” jelasnya.

Penambahan diperlukan mengingat sejauh ini penderita HIV Aids di Kota Palangka Raya dapat terdeteksi setelah melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit maupun puskesmas. Maupun mereka yang sukarela datang ke rumah sakit usai melakukan perilaku beresiko, seperti usai mendatangi lokalisasi.

“Penderita HIV Aids di Palangka Raya memang lebih banyak didominasi oleh pria,” jelasnya.

Siska menambahkan, jangan pernah mencoba berhubungan dan berperilaku beresiko agar terhindar dari penyakit HIV Aids. Jika sekeliling kita ada yang diketahui positif HIV Aids jangan di diskriminasi.

“Jangan diskriminasi penderita HIV Aids karena penularan bisa terjadi hanya melalui hubungan beresiko maupun suntikan atau yang berhubungan dengan darah. Untuk keringat atau air liur tidak menular,” imbaunya. fwa

-
-
-